Wednesday, January 14, 2026
HomeBeritaMengatasi Tekanan Ganda: Pentingnya Dukungan Keluarga

Mengatasi Tekanan Ganda: Pentingnya Dukungan Keluarga

Ibu Bekerja dengan Dukungan Keluarga yang Menciptakan Keseimbangan

Dalam konteks zaman sekarang, narasi yang menyatakan bahwa ibu bekerja harus pandai membagi waktu sudah tidak relevan. Keseimbangan antara karier dan pengasuhan sebenarnya lebih bergantung pada dukungan keluarga yang kuat dan adilnya pembagian peran di dalam rumah. Hal ini jauh lebih penting daripada hanya kemampuan personal seorang ibu, menurut pendapat psikolog Cecilia Helmina E.

Cecilia menyoroti bahwa tekanan terbesar yang dialami ibu bekerja bukan hanya terletak pada jadwal yang padat, melainkan juga pada ekspektasi sosial yang menuntut mereka menjalankan dua peran besar secara sempurna dalam waktu yang bersamaan. Sebagian besar beban ini masih lebih banyak dirasakan oleh perempuan jika dibandingkan dengan laki-laki.

Menurut Cecilia, dalam banyak keluarga, tanggung jawab emosional dan pengasuhan masih umumnya melekat pada ibu, bahkan ketika mereka bekerja penuh waktu. Hal ini menciptakan tekanan psikologis yang kompleks bagi para ibu. Untuk itu, Cecilia menekankan bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kegagalan. Sebaliknya, membangun sistem dukungan yang kuat dengan pasangan, keluarga besar, atau profesional merupakan langkah penting agar peran domestik tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.

Pembagian peran di antara anggota keluarga harus disepakati secara sadar dan setara. Jika tidak, ibu bekerja akan terus merasa sendirian dalam mengemban tugas domestik. Cecilia juga menyoroti pentingnya kualitas relasi antara ibu dan anak, di mana kehadiran emosional yang kuat jauh lebih berpengaruh terhadap perkembangan anak daripada lamanya waktu bersama. Anak tidak menghitung jam, tapi mereka merasakan kehadiran.

Untuk itu, sangat disarankan bagi ibu bekerja untuk menetapkan batas yang tegas antara urusan kantor dan rumah. Membawa pekerjaan ke dalam lingkungan keluarga secara terus-menerus dapat mengganggu kualitas hubungan keluarga dan kesehatan mental sang ibu. Oleh karena itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan kerja yang inklusif sangat diperlukan agar ibu bisa menjalani perannya dengan sehat dan berkelanjutan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler