Hyundai memiliki rencana besar untuk menghadirkan kendaraan listrik yang inovatif, tetapi pasar utama Amerika Serikat memiliki rencana yang berbeda. Produsen mobil asal Korea ini menawarkan keluarga mobil listrik dengan jarak tempuh jauh, pengisian daya cepat, dan gaya yang menarik. AS dipilih sebagai lokasi produksi utama mobil listrik Hyundai, namun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti tarif, berakhirnya kredit pajak kendaraan listrik, serta peraturan imigrasi yang berbeda pada tahun 2025. Meskipun demikian, Hyundai tetap memberikan dorongan besar pada tahun 2026 dengan peluncuran Hyundai Ioniq 3, mobil listrik terjangkau yang akan bersaing di pasar global bersama dengan sejumlah pesaing lainnya.
Ioniq 3 dianggap sebagai mobil listrik terpenting Hyundai, terutama karena ditujukan untuk pasar Eropa yang menjadi fokus utama setelah adanya tarif impor untuk mobil Korea yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Hyundai berusaha untuk menjaga keberhasilan Ioniq 3 guna mendukung sasaran globalnya dalam mengurangi tekanan di pasar AS yang semakin sulit. Mobil tersebut akan bersaing di Eropa dengan berbagai mobil listrik kompak dari berbagai merek terkenal, seperti Volkswagen, BYD, Renault, dan Stellantis. Potensi penjualan yang baik di Eropa membuat Hyundai bersemangat untuk merancang Ioniq 3 agar sesuai dengan selera pasar lokal.
Meskipun detail desain akhir dari Ioniq 3 masih belum diketahui secara pasti, mobil konsepnya telah dipamerkan dalam ajang IAA Munich di Jerman. Hyundai berencana untuk tetap mendekati konsep aslinya dengan tetap mempertahankan fitur-fitur unik yang dimilikinya. Diharapkan Ioniq 3 akan menjadi rival kuat bagi Kia EV3, mobil listrik kompak yang telah sukses di pasaran. Ditenagai oleh platform listrik E-GMP Hyundai, Ioniq 3 akan dilengkapi dengan berbagai fitur canggih dan baterai yang handal. Meskipun belum pasti apakah Ioniq 3 akan hadir di AS, Hyundai berharap dapat memperluas jangkauan pasar mobil listriknya di masa depan.

