Teknologi inovatif dari Formula 1 ternyata tidak hanya berakhir pada supercar keren. Beberapa teknologi tersebut ternyata juga dapat ditemui dalam lorong dingin di supermarket lokal Anda. Lemari es dengan pintu depan terbuka ternyata menyimpan teknologi aerodinamis yang dipasok oleh tim Williams F1, perusahaan yang sudah menjualnya ke berbagai perusahaan.
Salah satu inovasi tersebut adalah penggunaan airfoil di lorong dingin, yang merupakan bilah yang terpasang di bagian depan rak lemari es. Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan Aerofoil Energy dari Inggris dengan bantuan Williams Advanced Engineering. Berkat teknologi ini, udara dingin dapat tertahan dengan baik di dalam lemari es tanpa bocor ke area sekitarnya.
Dibalik kemampuannya dalam menciptakan downforce pada mobil F1, bentuk airfoil tersebut ternyata dapat mengalirkan udara dengan baik ke dalam lemari es. Proses pengembangan bentuk airfoil ini melibatkan penggunaan alat CFD oleh tim Williams, sehingga akhirnya bentuk tersebut dapat diproduksi dengan efisien dan efektif. Hasilnya, teknologi ini mampu menghemat energi hingga 30% tanpa perlu menutup toko.
Keunggulan dari teknologi ini dapat dilihat dari fakta bahwa lorong-lorong dingin di supermarket menyumbang lebih dari setengah biaya energi, sehingga penghematan energi sekecil apapun sangat berarti. Tak heran jika teknologi ini kemudian diadopsi oleh beberapa perusahaan besar seperti Sainsbury’s, M&S, Tesco, dan ASDA di Inggris. Dengan hasil yang memuaskan, investasi dalam teknologi ini dapat kembali dalam waktu kurang dari satu tahun.
Meskipun terkesan sederhana, teknologi ini ternyata sangat efektif dan bahkan dinominasikan untuk MacRobert Award pada tahun 2018. Inovasi ini sekali lagi membuktikan bahwa hal-hal sederhana dan biasa pun dapat menjadi sesuatu yang luar biasa.

