Wednesday, January 14, 2026
HomeTeknologiRed Flag Backup Data Perusahaan di Indonesia 2026

Red Flag Backup Data Perusahaan di Indonesia 2026

Ancaman serangan siber, terutama ransomware, diprediksi akan semakin meningkat pada tahun 2026 seiring dengan percepatan transformasi digital di Indonesia. Pertumbuhan sistem dan data perusahaan membutuhkan strategi pencadangan yang matang agar keberlangsungan bisnis terjamin. Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology Inc., menyatakan bahwa strategi backup data saja sudah tidak cukup untuk melindungi data perusahaan. Tanpa sistem pemulihan yang andal, backup dapat menjadi ilusi keamanan.

Transformasi digital yang cepat di Indonesia harus diimbangi dengan ketahanan data yang kuat. Backup yang tidak menyeluruh, visibilitas data terfragmentasi, keamanan backup yang rentan terhadap ransomware, serta akses data kritis yang tidak terkontrol adalah beberapa red flags yang perlu diwaspadai perusahaan Indonesia menjelang tahun 2026. Menanggapi hal ini, Clara menyarankan penggunaan backup immutable, penyimpanan off-site, dan pengujian pemulihan data secara berkala untuk memastikan data siap dipulihkan saat diperlukan.

Langkah-langkah proaktif untuk mengenali risiko sejak dini akan membantu perusahaan memperkuat ketahanan data mereka. Selain fokus pada pencegahan serangan, keamanan juga harus mencakup kemampuan bisnis untuk kembali beroperasi normal secepat mungkin setelah terjadi insiden data. Perusahaan di Indonesia diprediksi akan semakin memprioritaskan ketahanan data sebagai strategi bisnis utama bukan hanya sebagai isu teknis.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler