Tiga siswa sekolah menengah atas dari Sinarmas World Academy telah mengembangkan perangkat AI bernama LUMA yang bertujuan untuk membantu memulihkan kemampuan komunikasi pasien stroke, ALS, dan gangguan neuromuskular lainnya. Tim SWA RoboKnights berhasil meraih pengakuan internasional dalam ajang World Robot Olympiad International Final 2025 di Singapura dengan memenangkan tiga Gold Awards serta Start-Up Award pada kategori Future Innovators Senior.
LUMA bekerja dengan membaca sinyal EEG dan pola kedipan mata pengguna, yang kemudian diterjemahkan menjadi kode Morse dan diproses oleh model bahasa berbasis AI untuk menghasilkan ucapan verbal kontekstual. Hasil terjemahan ditampilkan melalui kacamata augmented reality sebelum disuarakan, memungkinkan pengguna menyampaikan kebutuhan, emosi, dan pikiran secara lisan.
Keunggulan utama LUMA adalah efisiensi biaya, dengan estimasi biaya produksi sekitar Rp10 juta, jauh lebih rendah dari teknologi serupa yang beredar di pasar. Setelah kompetisi internasional, tim SWA RoboKnights berencana untuk menguji LUMA langsung kepada pasien untuk memvalidasi performanya dalam konteks klinis.
GM Sinarmas World Academy, Deddy Djaja Ria, menyambut baik capaian ini dan mengatakan bahwa inovasi ini merupakan hasil dari pendekatan pendidikan yang mendorong inovasi yang berdampak sosial. Pengembangan LUMA tidak hanya merupakan prestasi kompetisi, tetapi juga mencerminkan potensi inovasi teknologi yang dipimpin oleh generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan kesehatan secara inklusif dan berkelanjutan.

