Tuesday, February 10, 2026
HomeTeknologiHal yang Harus Diketahui: Tipuan Online pada Anak

Hal yang Harus Diketahui: Tipuan Online pada Anak

Jagat siber kini telah menjadi tempat bermain digital yang penuh dengan berbagai bentuk kejahatan siber yang bisa menyerang anak-anak dengan mudah. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa perlindungan anak di dunia maya harus dimulai dari keluarga, bukan hanya mengandalkan fitur keamanan teknologi semata. Hal ini karena anak-anak rentan menjadi korban penipuan daring akibat rasa ingin tahu mereka tanpa disertai kewaspadaan terhadap risiko berbahaya. Meutya menekankan peran orang tua sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan digital anak.

Dalam upaya melindungi anak-anak dari risiko kejahatan daring, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Regulasi tersebut bertujuan menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak-anak. Namun, efektivitas regulasi ini sangat tergantung pada keterlibatan orang tua di rumah, terutama para ibu dalam mendampingi anak-anak mereka.

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa sebanyak 22 persen pengguna internet di Indonesia pernah mengalami penipuan daring, di mana hampir 50 persen dari mereka adalah anak-anak di bawah 18 tahun. Hal ini menunjukkan betapa rentannya anak-anak dalam ruang digital. Untuk itu, perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga platform digital sebagai penyelenggara sistem elektronik.

Regulasi PP Tunas memberikan tanggung jawab pada platform digital untuk melindungi anak-anak, seperti pengelolaan akun anak, pembatasan fitur berisiko, dan pengawasan yang lebih ketat. Namun, Meutya menegaskan bahwa peran orang tua tetap menjadi kunci dalam melindungi anak-anak dari risiko digital, termasuk penipuan, child grooming, dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, pendampingan orang tua dan peran ibu dalam mengawasi aktivitas digital anak sangat penting.

Meutya juga mengajak komunitas perempuan untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mensosialisasikan PP Tunas dan literasi digital secara berkelanjutan. Beliau percaya bahwa kekuatan ibu-ibu dan komunitas perempuan adalah benteng terkuat dalam melindungi anak-anak dan mengurangi kejahatan di dunia digital.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler