Manajemen Indonesia Air Transport (IAT) mengakui bahwa pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mengalami masalah mesin sehari sebelum kecelakaan tragis terjadi. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh jajaran manajemen dalam konferensi pers di Bandara Sultan Hasanuddin. Direktur Operasional IAT, Capt. Edwin, mengonfirmasi bahwa gangguan pada mesin pesawat terjadi satu hari sebelum pesawat hilang kontak, tetapi sudah ditangani oleh tim internal perusahaan. Setelah dilakukan perbaikan, mesin pesawat dinyatakan normal dan tidak memerlukan pengujian tambahan sebelum penerbangan. Pesawat ATR 42-500 kemudian digunakan untuk menerbangi beberapa rute seperti Jakarta-Semarang-Yogyakarta, menunjukkan bahwa pesawat masih layak terbang. Meskipun mengakui adanya gangguan, Capt. Edwin tidak mengetahui secara detail jenis kerusakan mesin yang terjadi dan menyerahkan penjelasan teknis kepada divisi teknik perusahaan. Tim SAR berhasil menemukan badan dan ekor pesawat di lereng Gunung Bulusaraung, tetapi proses evakuasi dan pencarian korban lainnya masih berlangsung. Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak dan jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan setelah mengalami masalah mesin.

