Tuesday, February 10, 2026
HomeTeknologiInternet, AI, dan Peran Manusia: Apa yang Akan Terjadi?

Internet, AI, dan Peran Manusia: Apa yang Akan Terjadi?

Dunia internet dan kecerdasan buatan terus berkembang pesat dengan inovasi hadir dari berbagai arah. Meskipun begitu, pertanyaan mendasar muncul apakah suatu hari nanti peran manusia akan sepenuhnya digantikan oleh teknologi tersebut. Menurut pegiat digital dan pendiri Bubu.com, Shinta Witoyo Dhanuwardono, kekhawatiran tersebut sebenarnya berlebihan. Dalam sebuah percakapan dengan Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, ia menegaskan bahwa internet dan kecerdasan buatan sejak awal tidak pernah dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia. Menurut Shinta, teknologi seharusnya merupakan alat yang dikendalikan manusia untuk memperkuat cara bekerja dan berpikir.

Shinta melihat bahwa perubahan besar di era digital kerap menimbulkan ketakutan kehilangan pekerjaan, namun seharusnya dianggap sebagai peluang untuk menciptakan peran, keterampilan, dan model kerja baru selama manusia tetap mengontrol teknologi tersebut. Pengalaman panjangnya dalam dunia digital sejak 1996, mulai dari studi di Amerika Serikat hingga mendirikan Bubu.com di Indonesia, mengajarkannya bahwa internet merupakan medium belajar mandiri yang membawa perubahan dalam cara manusia memperoleh pengetahuan.

Meskipun perjalanan membangun bisnis digital tidak selalu mulus dan dihadapi dengan kegagalan, Shinta memilih untuk bertahan dengan percaya pada potensi internet. Bagi Shinta, AI bukanlah alat untuk menggantikan pekerjaan manusia, namun sebagai tambahan nilai agar pekerjaan kita dapat dilakukan dengan lebih efisien. Dalam konteks kepemimpinan digital, Shinta menekankan pentingnya kreativitas, belajar tanpa henti, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi.

Dengan pandangan bahwa internet dan AI akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia selama teknologi tersebut ditempatkan sebagai alat dan bukan penentu, Shinta percaya bahwa transformasi digital dapat membawa dampak positif bagi kehidupan bersama. Menurutnya, interaksi tatap muka, empati, dan nilai spiritual masih harus tetap dijaga dalam kehidupan sosial dan bisnis, karena ketergantungan total pada teknologi berisiko menghilangkan keseimbangan yang penting dalam kehidupan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler