Pengelolaan logistik masih menjadi persoalan biaya dan operasional yang sering dihadapi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama bagi yang sedang mencari cara untuk memperluas pasar mereka. Meskipun berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), UMKM masih menghadapi berbagai tantangan seperti peningkatan biaya operasional, keterbatasan modal, dan kapasitas logistik yang kurang memadai untuk mencapai pasar yang lebih luas.
Untuk mengatasinya, Lalamove, platform pengiriman on-demand, berkolaborasi dengan Kementerian UMKM untuk mengadakan seminar bisnis di Medan, Sumatra Utara, dengan tujuan membantu pelaku usaha memahami solusi logistik berbasis teknologi. Dalam seminar “Ekspansi & Efisiensi Bisnis Bersama Lalamove: Langkah Nyata Tumbuh dan Bangkit Bersama,” Lalamove memperkenalkan berbagai solusi logistik terintegrasi seperti armada pengiriman yang beragam, layanan pengiriman fleksibel, dan fitur multi-stop delivery.
Direktur Managing Lalamove Indonesia Andito B Prakoso menyatakan bahwa pengelolaan logistik masih menjadi beban biaya dan operasional besar bagi banyak pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar mereka. Dengan teknologi dan jaringan logistik yang dimiliki, Lalamove berusaha membantu UMKM melakukan pengiriman secara lebih efisien tanpa harus memiliki armada sendiri, sehingga pelaku usaha dapat fokus pada pengembangan bisnis.
Medan, sebagai kota terbesar di Pulau Sumatra, dianggap memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih kompetitif. Namun, dukungan ekosistem usaha yang efisien dan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi tersebut. Melalui kolaborasi ini, Lalamove dan Kementerian UMKM berkomitmen untuk memperkuat ekosistem UMKM agar bisa lebih responsif terhadap perubahan pasar. Diharapkan solusi logistik berbasis teknologi dapat membantu UMKM mengurangi biaya distribusi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas jangkauan pasar mereka secara berkelanjutan.

