Tuesday, February 10, 2026
HomeOtomotifEvolusi Jaguar: Apakah Mesin Bensin Masih Relevan?

Evolusi Jaguar: Apakah Mesin Bensin Masih Relevan?

Jaguar telah secara konsisten menyatakan komitmennya untuk meninggalkan mesin pembakaran internal setelah menghentikan total model ICE dengan pensiunnya unit F-Pace terakhir dari pabrik Solihull, Inggris. Hal ini menjadi penutup dari 90 tahun produksi mobil berbahan bakar bensin dari Jaguar. Meskipun rencana Jaguar adalah untuk sepenuhnya beralih ke mobil listrik, kabar terbaru menyebut bahwa mobil konsep Type 00 masih mempertimbangkan penggunaan mesin pembakaran sebagai generator untuk memperpanjang jarak tempuh kendaraan.

Dilaporkan bahwa Jaguar khawatir dengan jarak tempuh Type 00 yang mencapai 770 km (WLTP) atau 692 km (EPA) dapat membuat calon pembeli ragu karena isu kekhawatiran jarak tempuh. Dengan demikian, penambahan mesin pembakaran sebagai pemanjang jarak tempuh bisa meningkatkan jarak tempuh hingga 1.100 km. Meskipun versi EREV dari Type 00 diperkirakan tidak akan hadir saat peluncuran, tetapi tawaran pemanjang jarak tempuh untuk mobil listrik Jaguar mungkin turut melengkapi line-up mereka nantinya.

Jaguar berencana untuk membangun Type 00 di atas platform teknologi khusus yang dirancang untuk mobil listrik. Namun, kemungkinan penggunaan mesin pembakaran sebagai solusi pemanjang jarak tempuh dapat menambah kompleksitas rekayasa dan biaya produksi mobil Jaguar. Diperkirakan bahwa opsi pemanjang jarak tempuh ini akan ditawarkan dengan harga yang lebih tinggi dari versi listrik standar, yang diperkirakan memiliki harga sekitar $120.000. Meskipun belum pasti, tetapi kemungkinan Jaguar akan menawarkan versi EREV sebagai pilihan tambahan bagi konsumen dalam waktu yang akan datang.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler