Gangguan pencernaan kronis yang dikenal dengan nama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dapat dipicu oleh pola makan dan gaya hidup sehari-hari. Ketika pola makan tidak seimbang dan gaya hidup tidak sehat, kemungkinan terkena GERD akan semakin tinggi. GERD terjadi ketika isi lambung, termasuk asam lambung, naik kembali ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar di dada. Meskipun naiknya asam lambung ke kerongkongan adalah hal yang wajar, namun bila terjadi secara berulang dan terus-menerus, dapat menyebabkan kerusakan dinding esofagus dan perkembangan kondisi GERD.
Gejala GERD dapat berbeda-beda pada setiap individu, namun ada beberapa gejala umum seperti regurgitasi, sensasi terbakar di belakang tulang dada, sakit perut bagian atas, mual, muntah, dan masalah lainnya. GERD biasanya didiagnosis jika gejala refluks muncul minimal 2 kali dalam seminggu atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebab GERD antara lain obesitas, kehamilan, hernia hiatal, merokok, dan kebiasaan langsung berbaring setelah makan.
Sebuah studi dari World Health Organization mengungkapkan bahwa sekitar 10-15% remaja mengalami GERD, dengan kelompok usia 15-27 tahun sebagai yang paling rentan. Untuk mencegah kambuhnya GERD, penting untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan pola makan yang teratur dan menghindari makanan pemicu asam lambung. Selain itu, hentikan kebiasaan merokok dan konsumsi obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter. Dengan perubahan gaya hidup yang sehat, risiko GERD pada anak muda dapat ditekan.

