Pembangunan jalur kereta bawah tanah Jakarta terus menunjukkan tren positif dengan PT Hutama Karya (Persero) melaporkan bahwa progres pembangunan Stasiun MRT Glodok dan Stasiun MRT Kota kini mencapai 82%. Proyek vital dari pengembangan MRT Jakarta Fase 2A ditargetkan akan selesai pada semester I 2027. Pengerjaan di lapangan saat ini difokuskan pada penyelesaian detail struktur dan sistem pendukung stasiun, seperti pekerjaan struktur entrance, pekerjaan arsitek, dan mechanical, electrical, plumbing (mep) stasiun.
Proyek ini melibatkan pembangunan koridor sepanjang 1,33 km yang menghubungkan Stasiun MRT Mangga Besar hingga Stasiun MRT Jakarta Kota. Sebagai bagian dari paket kontrak CP 203, pembangunan ini bertujuan memperkuat konektivitas di kawasan Kota Tua dan menyediakan pilihan transportasi yang lebih tertib dan efisien. Rancangan stasiun ini juga mengedepankan integrasi antarmoda yang matang untuk meningkatkan kenyamanan perpindahan moda bagi masyarakat.
Kesuksesan mencapai angka 82% ini berkat kolaborasi internasional. Hutama Karya bekerja sama dengan mitra asal Jepang, Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC–HK JO), dan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai penyelenggara proyek. Sinergi ini memastikan bahwa pekerjaan teknis di area yang padat tetap berjalan rapi dan presisi.
Diharapkan kehadiran Stasiun Glodok dan Kota akan membawa perubahan signifikan dalam cara warga bergerak di pusat Jakarta. Dengan transportasi publik yang terintegrasi, waktu tempuh menjadi lebih terprediksi dan kepadatan lalu lintas di titik-titik macet diharapkan bisa berkurang secara signifikan. Konektivitas yang kuat di area ini diharapkan juga dapat menghidupkan kembali ekonomi di destinasi wisata Kota Tua, pusat kuliner, dan area perdagangan Glodok. Desain yang berorientasi pada pengguna diharapkan dapat menjadikan perpindahan antar moda pada jam sibuk terasa mulus, aman, dan nyaman bagi seluruh warga Jakarta.

