Menangani anak yang susah makan memerlukan pendekatan ilmiah berbasis nutrisi, ASI, perilaku, dan faktor genetik. Dr. M.N. Ardi Santoso, seorang dokter anak dan edukator kesehatan nasional, menegaskan pentingnya pendekatan data dalam mengatasi masalah ini. Dalam sebuah Parenting Class yang diselenggarakan di Alila Hotel Solo, Dr. Ardi mengulas integrasi ASI, nutrisi, perilaku makan, dan faktor genetik sebagai kunci dalam memahami respons anak terhadap makanan dan mencegah gangguan tumbuh kembang.
Menurut Dr. Ardi Santoso, anak yang susah makan tidak hanya disebabkan oleh keinginan atau ketidakinginan mereka. Faktor biologis, genetik, dan lingkungan juga harus dipertimbangkan. Edukasi yang tepat dapat mencegah orang tua mengambil jalan pintas yang berpotensi merugikan anak. Selain sebagai dokter anak dan edukator kesehatan, Dr. Ardi juga aktif dalam misi kemanusiaan dan advokasi untuk berbagai isu kemanusiaan.
Parenting Class ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun literasi kesehatan keluarga Indonesia. Acara ini diadakan baik secara offline maupun online, terbuka untuk masyarakat luas. Dr. Ardi diakui sebagai tokoh kesehatan anak dan kemanusiaan yang berpengaruh di Indonesia. Dengan konsistensi dalam praktik klinis, edukasi publik, dan kerja kemanusiaan, Dr. Ardi telah menjadi figur publik yang mendukung isu kesehatan anak dan kemanusiaan di Indonesia.

