Kapitalisasi pasar kripto mengalami penurunan hampir USD 500 miliar dalam kurun waktu kurang dari seminggu terakhir. Penurunan pasar kripto ini disebabkan oleh aksi jual yang dipimpin oleh bitcoin (BTC) yang semakin cepat. Berdasarkan data dari CoinGecko yang dikutip dari Yahoo Finance pada Rabu (4/2/2026), nilai pasar kripto turun sebesar USD 467,6 miliar atau setara dengan Rp 7.851,04 triliun (dengan asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.790) sejak 29 Januari.
Harga bitcoin merosot pada Selasa lalu mencapai level terendah sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memenangkan pemilihan kembali pada November 2024. Meskipun pemerintahan Donald Trump dikenal ramah terhadap kripto, harga bitcoin jatuh ke titik terendah dalam 15 bulan yaitu sebesar USD 72.877 di Amerika Serikat. Namun, pada 4 Februari 2026, harga bitcoin sedikit pulih dan diperdagangkan sekitar USD 76.600 pada pukul 06:50 pagi di London.
Meskipun pemerintahan AS pro-kripto dan adopsi institusional terus meningkat, bitcoin telah mengalami penurunan sekitar 40% sejak mencapai rekor tertinggi pada Oktober. Penurunan ini disebabkan oleh serangkaian likuidasi pada 10 Oktober yang menghapus USD 19 miliar atau sekitar Rp 318,94 triliun dalam taruhan token leverage, yang belum pulih hingga saat ini.
Menurut analis di BTC Markets, Rachael Lucas, sentimen di pasar saat ini masih cenderung berhati-hati dan defensif. Meskipun laju penjualan masih terjadi, namun telah melambat dibandingkan dengan penutupan pasar di AS. Walaupun demikian, harga bitcoin di bawah USD 73.000 telah memicu sentimen ketakutan yang ekstrem.

