Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung telah membuktikan bahwa jeruji besi bukanlah penghalang untuk menciptakan karya produktif melalui program vokasional SUKAKAPAL. Para warga binaan telah berhasil memproduksi speedboat berkualitas tinggi yang kini dipamerkan di ajang bergengsi International Boat Gathering 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 5-15 Februari 2026. Kapal multi guna berbahan fiberglass dengan nama SB-6 (Suka Boat 6 meter) merupakan salah satu produk unggulan yang dihasilkan. Kapal ini dirancang dan dikerjakan oleh warga binaan dengan supervisi tenaga profesional dan pengawasan ketat dari petugas pemasyarakatan.
SB-6 tidak hanya sekadar produk kerajinan biasa, namun juga memiliki spesifikasi teknis yang kompetitif di pasar maritim. Dengan panjang 6 meter, lebar 2 meter, dan bobot 700 kilogram, kapal ini mampu mengangkut beban hingga 500 kilogram atau tujuh penumpang. Ditenagai oleh mesin berkisar dari 60Hp hingga 200Hp, SB-6 dapat mencapai kecepatan hingga 40 knot. Desain fleksibel kapal ini juga memungkinkan penggunaannya untuk berbagai kebutuhan, seperti transportasi, memancing, wisata diving, hingga fungsi SAR dan patroli.
Program SUKAKAPAL tidak hanya fokus pada pembuatan kapal baru, tetapi juga mengarah pada modernisasi kapal nelayan tradisional. Dengan mengganti material kayu menjadi fiberglass tanpa mengubah bentuk asli kapal, program ini bertujuan untuk meminimalkan resistensi dari nelayan dan tetap menjaga kearifan lokal. Lapas Sukamiskin juga sedang mengembangkan SB-10, kapal cepat berukuran 10 meter yang ditargetkan untuk kebutuhan ambulans laut dan patroli keamanan.
Diharapkan bahwa program SUKAKAPAL akan memberikan kontribusi besar pada pembangunan nasional. Dengan potensi SDM yang melimpah di sekitar 526 unit Lapas/Rutan dan sekitar 276.000 warga binaan di seluruh Indonesia, program ini memiliki dampak positif yang signifikan. Dengan produksi kapal patroli dan nelayan dari setiap Lapas/Rutan, program ini dapat mendukung pembangunan kapal dalam jumlah besar setiap tahun, yang akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi biru dan ketahanan pangan nasional. Keberhasilan program SUKAKAPAL menunjukkan transformasi fungsi Lapas dari tempat penghukuman menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berpotensi untuk memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan negara.

