Industri teknologi dunia tengah mengalami ketegangan antara inovasi kecerdasan buatan (AI) dan hak kekayaan intelektual (IP). ByteDance, perusahaan teknologi asal China, telah menyatakan komitmen untuk memperkuat sistem keamanan pada software pembuat video AI mereka yang kontroversial, Seedance 2.0. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peringatan dari studio Hollywood dan kecaman dari serikat industri perfilman global yang menganggap bahwa karya mereka dieksploitasi secara tidak sah.
ByteDance menyatakan bahwa mereka sangat menghargai hak kekayaan intelektual dan memahami kekhawatiran yang berkembang terkait Seedance 2.0. Perusahaan induk dari TikTok ini berjanji untuk menangani isu sensitif ini dengan serius agar tidak berlanjut ke ranah hukum. Mereka juga menegaskan bahwa akan memperkuat sistem perlindungan untuk mencegah penggunaan hak kekayaan intelektual tanpa izin dan upaya kemiripan wajah oleh pengguna.
Disney telah mengirim surat peringatan kepada ByteDance, menuduh mereka melakukan aksi “perampokan” virtual terhadap karakter berhak cipta milik Disney. Studio tersebut merasa bahwa platform tersebut telah menggunakan karakter Marvel, Star Wars, dan waralaba besar lainnya tanpa izin sebagai bagian dari perpustakaan bajakan. Disney merasa sangat keberatan karena karakter ikonik mereka dianggap seperti klip seni domain publik yang bisa digunakan tanpa izin atau kompensasi. Selain itu, ByteDance juga disorot karena dituduh melanggar hak kekayaan intelektual milik Disney.
Keseluruhan, ByteDance berkomitmen untuk memperbaiki keadaan dengan memperketat sistem keamanan di Seedance 2.0 dan mencegah potensi penyalahgunaan hak kekayaan intelektual di platform mereka. Langkah ini diharapkan dapat menenangkan ketegangan antara inovasi AI dan perlindungan hak kekayaan intelektual, serta memperbaiki hubungan dengan para pemegang hak cipta yang merasa dirugikan. Situasi ini menunjukkan kompleksitas antara teknologi baru dan kepatuhan terhadap undang-undang kekayaan intelektual dalam era digital.

