Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, memimpin aksi bersih di Kota Bogor. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, aksi bersih tersebut merupakan bagian dari upaya serius dalam menangani persoalan sampah yang semakin mendesak. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam apel bersama di halaman Botani Square, dilanjutkan dengan pembersihan di berbagai ruas jalan utama di Kota Bogor.
Aksi tersebut menggarisbawahi urgensi pengelolaan sampah dari hulu, sesuai dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang digagas oleh Prabowo Subianto. Hanif menekankan bahwa pengelolaan sampah merupakan persoalan darurat nasional yang membutuhkan penanganan segera dan terkoordinasi dari pemerintah daerah. Presiden meminta penyelesaian sampah dimulai dari hulu, mendesak para pimpinan daerah untuk menjadi Ketua Bank Sampah unit di wilayah masing-masing.
Komitmennya diapresiasi dan didukung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang menegaskan bahwa pengelolaan sampah di Kota Bogor dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Kota Bogor telah memiliki berbagai bank sampah, TPS3R, dan TPS controlled landfill, serta akan mengembangkan program waste to energy dari pemerintah pusat untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. Selain itu, KLH/BPLH menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dengan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat, dunia usaha, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Hal ini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan mengurangi dampak krisis lingkungan yang semakin memburuk.

