Stablecoin, Mengetahui Lebih Dekat dengan Aset Kripto yang Stabil
Stablecoin bukanlah bentuk investasi yang dirancang untuk memberikan keuntungan modal bagi para pemegangnya. Nilainya stabil dan fungsinya lebih berfokus pada transaksi daripada pembuatan kekayaan. Namun, potensi dampaknya terhadap dunia investasi sangat signifikan.
Pertama, stablecoin dapat menciptakan daya tarik yang lebih besar daripada mata uang kripto lainnya. Banyak pengguna yang awalnya tertarik pada aset seperti Bitcoin untuk berbagai pembayaran, sekarang dapat beralih menggunakan stablecoin yang menjanjikan stabilitas nilai dan keamanan yang lebih tinggi akibat regulasi yang semakin diperketat. Diperkirakan bahwa pada tahun 2024, volume transfer stablecoin akan melampaui angka USD 28 triliun, melebihi total gabungan transfer Visa dan Mastercard, membuktikan popularitasnya dalam penggunaan transaksi dunia nyata.
Kedua, para penerbit stablecoin yang diwajibkan menyimpan cadangan dalam aset likuid berkualitas tinggi seperti obligasi pemerintah, juga dapat menjadi sumber permintaan tambahan untuk obligasi pemerintah AS. Hingga saat ini, kapitalisasi pasar stablecoin telah mencapai hampir 5% dari pasar obligasi pemerintah jangka pendek yang beredar, dan potensi ini masih dapat tumbuh lebih besar terutama dengan peningkatan adopsi dari negara-negara lain. Dengan demikian, hal ini dapat memberikan dukungan terhadap permintaan obligasi pemerintah, bahkan membantu dalam menjaga tingkat imbal hasil obligasi tetap stabil ketika tingkat penerbitan obligasi terus meningkat.
Jack menyimpulkan bahwa meskipun bukan sebagai alat perdagangan yang fenomenal, stablecoin memiliki potensi besar dalam mengubah infrastruktur di balik sistem keuangan global. Penting untuk selalu melakukan riset dan analisis lebih lanjut sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual aset kripto. Disarankan untuk selalu mempertimbangkan segala risiko dan keuntungan yang mungkin timbul sebelum berinvestasi dalam kripto.

