Saturday, March 7, 2026
HomeBeritaMengapa Kita Suka Oversharing di Media Sosial: Penjelasan Psikolog

Mengapa Kita Suka Oversharing di Media Sosial: Penjelasan Psikolog

Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi tempat utama bagi banyak orang untuk mengekspresikan diri dan berbagi kegiatan sehari-hari. Namun, seringkali interaksi ini mengakibatkan oversharing, yaitu saat seseorang membagikan informasi pribadi terlalu dalam ke publik tanpa menyadarinya. Psikolog Ayu S. Sadewo, S.Psi, Psikolog, menjelaskan bahwa perilaku ini biasanya dipicu oleh kondisi emosional yang intens. Ketika seseorang sangat emosional, entah itu karena senang, sedih, atau marah, mereka cenderung menjadi impulsif. Mereka mungkin tidak memikirkan konsekuensi dari apa yang mereka bagikan.

Oversharing dapat dikenali dari beberapa aspek, seperti konten yang terlalu pribadi, melibatkan pihak lain tanpa izin, atau dibuat dalam kondisi emosi yang tidak stabil. Ayu menekankan pentingnya kesadaran diri sebelum membagikan sesuatu di media sosial. Dia menganjurkan untuk mengambil waktu sejenak sebelum mengunggah, melakukan teknik jeda, untuk memberi otak kesempatan untuk berpikir secara rasional. Dengan mengambil jeda, seseorang dapat mempertimbangkan kembali apakah konten yang akan mereka bagikan layak untuk disebarkan atau sebaiknya tetap menjadi privasi.

Dengan menerapkan teknik jeda ini, individu diharapkan dapat lebih bijak dalam berinteraksi di media sosial, menentukan batasan konten yang pantas dibagikan, dan melindungi kesehatan mental serta hubungan personal mereka. Semoga langkah sederhana ini bisa membantu agar etiquette dalam bermedia sosial tetap terjaga dan keberadaan online seseorang menjadi lebih positif.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler