Google meluncurkan agen kecerdasan buatan (AI) bernama Gemini untuk lebih dari 3 juta pegawai sipil dan militer Departemen Pertahanan AS. Agen ini awalnya dirancang untuk beroperasi pada jaringan non-rahasia, namun saat ini sedang dalam pembicaraan untuk diperluas ke jaringan terklasifikasi dan sangat rahasia. Agen AI dapat melakukan berbagai tugas otomatisasi seperti merangkum catatan rapat, menyusun anggaran, dan memeriksa kesesuaian tindakan terhadap strategi pertahanan nasional.
Sejak Desember 2025, chatbot AI Google telah digunakan oleh lebih dari 1,2 juta pegawai Pentagon untuk tugas-tugas non-rahasia. Meskipun tingkat adopsi teknologi ini cukup tinggi, hanya 26 ribu pegawai yang telah menyelesaikan pelatihan terkait penggunaan agen AI. Meski begitu, minat terhadap teknologi ini terus meningkat, ditunjukkan dengan sesi pelatihan penuh dan tingginya partisipasi pegawai.
Selain itu, Pentagon sedang mengembangkan kemitraan AI dengan perusahaan-perusahaan lain, setelah beberapa perusahaan menolak penggunaan teknologi AI mereka untuk pengawasan massal dan dalam sistem otonom senjata. Respons dari karyawan Google dan OpenAI terhadap penggunaan teknologi AI untuk tujuan tertentu juga turut memberikan tekanan pada perusahaan-perusahaan tersebut. Departemen Pertahanan telah menjalin kesepakatan dengan OpenAI dan xAI untuk digunakan dalam jaringan terbatas, mengikuti perubahan pandangan etis terkait penggunaan teknologi AI.
Upaya pengembangan teknologi AI di Pentagon juga menghadapi reaksi internal dari karyawan Google yang sebelumnya memprotes penggunaan AI dalam Proyek Maven pada tahun 2018. Meskipun demikian, pengembangan dan adopsi teknologi AI terus berlanjut sebagai bagian dari upaya modernisasi dan otomatisasi tugas-tugas dalam Departemen Pertahanan AS.

