Sunday, April 12, 2026
HomeTeknologiInflasi AS Stabil di 2,4%: Dampak ke Pasar Kripto dan Kebijakan The...

Inflasi AS Stabil di 2,4%: Dampak ke Pasar Kripto dan Kebijakan The Fed

Inflasi Amerika Serikat (AS) tetap stabil pada 2,4 persen secara tahunan pada Februari 2026, berdasarkan data Consumer Price Index (CPI) yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Hal ini menjadi sorotan bagi investor karena dapat memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed dan sentimen di pasar aset berisiko, termasuk kripto. Menurut Vice President Indodax, Antony Kusuma, kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menunggu kepastian arah kebijakan moneter AS, terutama terkait langkah suku bunga Federal Reserve. Ia menyatakan bahwa angka inflasi Februari 2026 yang sesuai ekspektasi pasar telah membuat sentimen investor menjadi lebih stabil. Dalam situasi ini, pelaku pasar cenderung lebih memperhatikan arah kebijakan suku bunga The Fed karena kebijakan moneter tetap menjadi faktor krusial yang mempengaruhi likuiditas dan pergerakan aset berisiko, termasuk kripto.

Antony juga menambahkan bahwa pasar saat ini sedang menunggu dan memantau perkembangan data ekonomi selanjutnya. Berdasarkan laporan terbaru, inflasi bulanan AS pada Februari 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya naik 0,2 persen. Sedangkan inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi juga mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan, sesuai dengan prediksi analis. Pelaku pasar diingatkan bahwa setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Sebelum membeli atau menjual aset kripto, disarankan untuk belajar dan melakukan analisis yang mendalam. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler