Pada hari ini, 17 Maret 2026, cuaca di Jawa Tengah diperkirakan akan terjadi cuaca ekstrem di 29 daerah. Air laut pasang (rob) juga menjadi perhatian utama di perairan utara dengan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. Pagi ini cuaca cerah berawan namun berlanjut dengan hujan ringan-sedang di siang, sore, hingga awal malam di kawasan Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan petir diprediksi akan terjadi di 29 daerah di wilayah Pantura, Solo Raya, dan bagian tengah Jawa Tengah.
Meskipun gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah mulai menurun, namun air laut pasang (rob) masih menjadi ancaman di perairan utara dengan ketinggian mencapai 1 meter pada jam 16.00-20.00 WIB. Hal ini dapat berdampak pada kemungkinan terjadinya banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang. Para ahli cuaca dari BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Doni Prastio juga mengingatkan untuk waspada terhadap dampak air laut pasang bagi aktivitas sehari-hari warga.
Di sisi lain, cuaca di perairan Jawa Tengah secara keseluruhan cukup baik dengan hujan ringan yang bersifat tidak merata. Gelombang tinggi di perairan utara mencapai kisaran 0,1-0,5 meter yang aman bagi pelayaran, sedangkan di perairan selatan berkisar 1,25-2,5 meter dan masih perlu diwaspadai terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot.
Risca Maulida, Prakirawan dari BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di 29 daerah di Jawa Tengah hari ini. Berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Cilacap, Banyumas, Wonosobo, Magelang, hingga Salatiga diimbau untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan mudik lebaran. Dengan angin bertiup dari arah barat ke utara pada kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu berkisar 18-32 derajat Celsius, dan kelembaban udara antara 60-95 persen, penting bagi masyarakat Jawa Tengah untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang berkembang.

