Perusahaan teknologi ByteDance menunda peluncuran global generator video berbasis kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Seedance 2.0. Hal ini dikarenakan adanya sengketa hak cipta dengan beberapa studio film terkemuka di Hollywood dan platform streaming. The Information melaporkan bahwa peluncuran global yang semula dijadwalkan pada pertengahan Maret 2026 ditangguhkan sementara untuk menunggu pengembangan sistem keamanan baru guna mencegah penggunaan konten berhak cipta tanpa izin.
Tekanan hukum dari industri hiburan membuat penundaan peluncuran ini semakin bertambah. Studio besar seperti Disney, Netflix, dan Paramount menyuarakan kekhawatiran bahwa model AI ini dapat menggunakan konten film dan serial TV berhak cipta tanpa izin. Beberapa klip AI yang beredar bahkan menampilkan karakter atau aktor yang mudah dikenal dari film-film populer. Disney bahkan mengirimkan surat peringatan kepada ByteDance terkait masalah ini.
Serikat aktor SAG-AFTRA juga mengecam penggunaan konten yang dilindungi hak cipta dalam hasil video AI dari Seedance 2.0. Teknologi ini, yang dapat membuat klip video realistis dari perintah teks sederhana, telah menarik perhatian banyak orang di internet. Meskipun demikian, penundaan ini mengindikasikan bahwa perusahaan sedang berusaha mengatasi masalah hak cipta sebelum meluncurkan produknya secara global.

