Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, mendesak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan untuk mendukung program wajib belajar 13 tahun sebagai kelanjutan dari durasi belajar yang saat ini baru selama 12 tahun. Ajakan ini disampaikan dalam peringatan haul ke-58 Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) di Kota Palu. Anwar menekankan bahwa program wajib belajar selama 12 tahun saat ini belum sepenuhnya mengakomodasi pendidikan keagamaan secara menyeluruh, seperti yang dilakukan oleh Madrasah Diniyah Awalia di lingkungan Alkhairaat. Gagasan ini dikaitkan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana Anwar menyatakan bahwa Guru Tua telah memimpin konsep pendidikan sebagai fondasi peradaban jauh sebelum pemerintah menetapkan visi tersebut.
Menurut Gubernur, warisan Guru Tua bukan hanya berupa materi, melainkan nilai dan sistem pendidikan sebagai kunci perubahan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah mengkaji penerapan wajib belajar 13 tahun dan mempertimbangkan dukungan anggaran bagi Madrasah Diniyah Awalia. Anwar juga mengajak masyarakat, terutama keluarga besar Alkhairaat, untuk terlibat dalam perjuangan Guru Tua dan menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan beliau sebagai bentuk cinta sejati, bukan hanya melalui simbol-simbol seperti menghadiri haul atau memasang foto. Selain itu, Anwar juga menyoroti bahwa pendidikan merupakan kunci dalam mengubah nasib, sehingga menjadi warisan utama yang ditinggalkan oleh Guru Tua bagi generasi selanjutnya.

