Presiden Prabowo Subianto mengutuk insiden yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit terbaik TNI saat menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Penghormatan terakhir disampaikan oleh Presiden saat menjemput jenazah para patriot bangsa di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu petang. Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Presiden menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit dalam menjaga perdamaian dunia tidak akan pernah dilupakan oleh negara. Sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi mereka, pemerintah memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada ketiga almarhum. Dalam prosesi persemayaman yang berlangsung khidmat, ketiga peti jenazah berbalut bendera Merah Putih disandingkan dengan foto diri berlatar logo PBB, dikawal ketat oleh pasukan militer. Presiden Prabowo tampak memberikan penghormatan terakhir secara langsung di depan peti jenazah dan menemui para ahli waris—istri dari ketiga prajurit—untuk menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Selain memberikan penghormatan, Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia yang menolak segala bentuk tindakan yang merusak perdamaian dan mengancam nyawa personel penjaga perdamaian internasional. Presiden juga memastikan bahwa negara akan senantiasa hadir untuk menjaga kehormatan para prajurit serta memastikan jasa mereka tetap abadi dalam sejarah perjuangan bangsa.

