Sunday, April 12, 2026
HomeTravelKirab HUT ke-80 Sultan HB X: Sejarah dan Antusiasme Masyarakat

Kirab HUT ke-80 Sultan HB X: Sejarah dan Antusiasme Masyarakat

Ribuan orang dari pamong desa dan lurah memadati kawasan Malioboro hingga Keraton Yogyakarta dalam rangka mengikuti kirab budaya untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Para pamong dan lurah mengenakan pakaian adat Jawa sambil membawa hasil bumi sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Mereka berarak dari Malioboro hingga Bangsal Pagelaran Keraton Yogya.

Acara dihadiri langsung oleh Sultan HB X dan keluarganya, yang tiba sejak pagi di lokasi. Turut hadir juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Wali Kota dan Bupati se-DIY beserta para wakilnya. Sebelum acara dimulai, kawasan sekitar Malioboro, Titik Nol Kilometer, dan Jalan Kauman telah ditutup untuk rekayasa lalu lintas. Disekitar Alun-Alun Utara, terlihat janur kuning yang menghiasi area tersebut.

Peserta kirab yang berasal dari berbagai kalurahan di DIY membawa berbagai produk hasil bumi dan UMKM khas daerah masing-masing, yang telah disiapkan sebagai persembahan kepada Sultan HB X. Hasil bumi tersebut dibawa menggunakan tambir atau disusun menyerupai gunungan, seperti bawang merah, umbi-umbian, pisang, padi, hingga makanan khas. Kehadiran kirab ini juga menarik minat wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Kirab ini menjadi momen yang menggembirakan, tidak hanya bagi warga lokal DIY, tetapi juga para wisatawan yang tertarik dengan kegiatan budaya ini. Para peserta mengungkapkan rasa terima kasih dan kebahagiaan mereka melalui persembahan hasil bumi, yang dianggap sebagai simbol cinta dan penghargaan kepada Sultan HB X atas tanah yang telah disediakan untuk mereka.

Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka DIY, Gandang Hardjanata, menyatakan bahwa persembahan ini didasarkan pada potensi daerah masing-masing. Kirab budaya ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing, seperti yang diungkapkan oleh Maria, seorang wisatawan asal Meksiko yang merasa tertarik dengan tradisi ini. Tradisi kirab budaya ini tidak hanya memperingati HUT Sultan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang memperkuat identitas DIY.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler