Thursday, May 21, 2026
HomeTravelMenu Angkringan Syawalan Sultan Yogyakarta: Sajian Lezat dan Tradisional

Menu Angkringan Syawalan Sultan Yogyakarta: Sajian Lezat dan Tradisional

Pada tanggal 30 Maret 2026, Raja Keraton dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, akan menggelar acara Syawalan atau temu warga di Kantor Gubernur Bangsal Kepatihan. Acara tersebut bertajuk Silaturahmi Idul Fitri dan akan ditekankan dengan nuansa kesederhanaan untuk mendukung efisiensi anggaran yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Kesederhanaan dalam acara tersebut tercermin dalam penyajian menu kuliner, di mana kali ini mengganti konsep prasmanan dengan melibatkan 70 gerobak angkringan. Angkringan tersebut menawarkan berbagai hidangan khas seperti nasi kucing, gorengan, dan aneka sate, serta melibatkan berbagai kelompok usaha mikro kecil menengah lokal untuk menyajikan ragam kuliner mulai dari soto hingga jenang tradisional.

Acara syawalan ini juga merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-271 DIY dan telah dirancang secara efektif dan efisien sesuai arahan pembatasan kegiatan dari pemerintah pusat. Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Ditya Nanaryo Aji, menegaskan bahwa acara ini berjudul resmi Silaturahmi Idul Fitri dan bukan open house, dengan pesan kesederhanaan yang ingin disampaikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur kepada masyarakat.

Dalam rangka menjaga kelancaran acara, terdapat sejumlah aturan yang perlu diperhatikan oleh masyarakat yang menghadiri acara tersebut. Hal ini termasuk pemakaian pakaian yang sopan, larangan menggunakan sandal jepit, dan tidak diperbolehkannya swafoto atau merekam video saat bersalaman dengan pimpinan daerah. Tim fotografer disediakan oleh Pemda DIY untuk mengambil foto-foto yang kemudian dapat diakses oleh masyarakat melalui link download.

Pemda DIY juga memastikan aksesibilitas acara ini inklusif bagi seluruh warga, dengan jalur khusus bagi penyandang disabilitas. Manajemen alur lebih ketat diterapkan untuk mengatur antrean masyarakat yang akan dilayani pada waktu tertentu, dengan penempatan kuliner di luar area Bangsal Kepatihan untuk memecah kepadatan. Acara syawalan ini diharapkan menjadi momen silaturahmi yang hangat antara masyarakat dengan para pimpinan daerah, serta mendukung ekonomi masyarakat lokal melalui pelibatan UMKM dan pelaku angkringan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler