Kabut menurun tipis di antara batang-batang pinus di Alishan, Kabupaten Chiayi, Taiwan, pada Rabu siang, 4 Maret 2026 dengan suhu tercatat 12 derajat Celcius. Kereta berwarna merah-putih-hitam bergerak pelan-pelan di jalur yang dibangun lebih dari seabad lalu. Pada awal abad ke-20, pemerintah kolonial Jepang menggunakan hutan Alishan sebagai sumber daya kayu bernilai tinggi, khususnya kayu hinoki untuk konstruksi. Rel kereta api, yaitu Jalur Kereta Hutan Alishan, mulai beroperasi pada tahun 1912 untuk mengejar efisiensi dalam mengakses hutan yang terletak lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.
Kawai Shintaro, seorang ahli kehutanan dan profesor di Universitas Tokyo, memainkan peran penting dalam pengembangan hutan Alishan. Dia melakukan sensus pohon pada 1903 yang menunjukkan keberadaan lebih dari 300 ribu pohon raksasa seperti cemara merah Formosa dan cemara Taiwan. Kini, hutan Alishan menjadi tujuan wisata dengan kereta yang dulunya digunakan untuk angkutan kayu kini menjadi sarana transportasi wisatawan.
Di perjalanan kereta, pengunjung disuguhi lanskap indah pegunungan Alishan yang dipenuhi pohon pinus dan hinoki. Otoritas setempat berupaya menjaga kelestarian hutan dengan memasang chip pada pohon-pohon tertentu. Selain keindahan hutan, pengunjung juga dapat menikmati bangunan-bangunan di sekitar Alishan, seperti Alishan Museum yang dibangun dari kayu hinoki.
Perubahan dari sumber daya kayu menjadi tujuan wisata dan upaya pelestarian alam menjadi tema utama di Alishan hari ini. Penduduk setempat telah mengubah beberapa rumah kayu menjadi tempat seperti kafe, toko suvenir, atau ruang pamer. Produk lokal seperti madu, wasabi, dan teh khas Alishan dijual di toko-toko tersebut. Alishan kini menjadi contoh perubahan dari eksploitasi menjadi konservasi alam yang menghargai keberagaman hayati dan budaya.
Dengan kedatangan pengunjung yang semakin ramai, Alishan memperlihatkan potensi sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam dan sejarah yang kaya. Dengan demikian, Alishan bukan hanya menjadi tujuan wisata yang menarik tetapi juga sebagai contoh pelestarian lingkungan yang sukses.

