Thursday, May 21, 2026
HomeTravelFadli Zon Borong Barang Lawasan Pasar Kangen Yogya

Fadli Zon Borong Barang Lawasan Pasar Kangen Yogya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memborong sejumlah barang antik dan dokumen sejarah senilai lebih dari Rp10 juta saat mengunjungi ajang Pasar Kangen yang dipusatkan di Lodji Paris, Jalan Parangtiritis, Yogyakarta, Sabtu malam, 28 Maret 2026. Pantauan Tempo, dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon menyambangi lapak Mubeng Art milik pedagang spesialis dokumen, Toni Lubis. “Kalau ditotal yang tadi dibeli Pak Menteri (Fadli Zon) sekitar Rp 10 juta lebih, kebanyakan dokumen, buku, foto,” kata Toni kepada Tempo. Koleksi foto hingga dokumen langka Toni mengungkapkan salah satu koleksi paling mahal yang dibeli oleh politikus Partai Gerindra itu berupa 50 lembar foto hitam putih asli sosok Sarwo Edhie Wibowo senilai Rp 5 juta. Sarwo Edhie merupakan ayah mertua mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pernah menjabat sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD- sekarang Kopassus). “Foto-foto Sarwo Edhie itu berukuran 3R, berasal dari era tahun 1960 hingga 1970-an. Itu barang bersejarah dan harganya sebenarnya sangat murah untuk nilai sejarah seperti itu,” ujar Toni. Selain koleksi foto, Toni mengatakan, Fadli Zon juga membeli berbagai dokumen cetak langka. Di antaranya Majalah Mimbar Indonesia terbitan tahun 1946 hingga 1951, Majalah Pustaka Rakyat tahun 1930-an, serta Majalah berbahasa Cina dari tahun 1920-an. Tak hanya dokumen kertas, sebuah benda berbahan kayu berupa logo bertuliskan “Hobo” lambang Keraton Yogyakarta dari tahun 1989 atas juga turut diboyong Fadli Zon. Menurutnya, Fadli Zon menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap benda-benda yang memiliki rekam jejak sejarah Indonesia. Sebagai pedagang spesialis dokumen, Toni mengaku mendapatkan koleksi-koleksi tersebut dari hasil berburu di berbagai tempat. Ia juga diketahui aktif dalam pelestarian budaya melalui karya film dokumenter berjudul Dluwang yang mengangkat sejarah kertas tradisional. Ruang rekreasi dan edukasi Adapun Fadli Zon mengatakan Pasar Kangen Yogyakarta bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan juga ruang edukasi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. “Ada buku tua, majalah tua, barang-barang jadul (jaman dulu) sampai mainan tradisional, ini ruang yang lengkap dan menarik sekali dikunjungi saat libur Lebaran seperti ini,” kata Fadli. Fadli juga menyoroti potensi besar Pasar Kangen untuk dikembangkan menjadi acara lebih intens yang dilakukan berkala. Ia membandingkan konsep pasar barang antik tersebut dengan budaya di beberapa negara Eropa. “Kalau di negara-negara di Eropa, ini bisa dilakukan tiap minggu, seperti di Perancis, yang digelar di berbagai tempat, pindah-pindah,” ujar Fadli. Ia berharap Pasar Kangen dapat memiliki asosiasi atau kelompok yang terorganisir untuk berpindah lokasi secara rutin sehingga jangkauan manfaatnya kepada masyarakat dan pedagang UMKM bisa lebih luas. Tradisi Syawalan Inisiator Pasar Kangen Yogyakarta, Ong Hari Wahyu, menegaskan Pasar Kangen kali ini mengusung tradisi Syawalan karena bertepatan libur Lebaran. Pasar Kangen yang digelar 23 Maret hingga 5 April 2026, itu menjadi momentum menyediakan ruang pertemuan atau silaturahmi bagi warga yang ingin melepas rindu melalui kuliner tradisional, kerajinan lawas, serta berbagai hiburan rakyat yang kini semakin jarang ditemui di ruang publik. Pengunjung yang hadir dapat menikmati sajian autentik seperti jadah tempe, sate klathak, hingga jamu gendong, sembari menyaksikan pertunjukan seni seperti ketoprak, wayang, dan musik keroncong yang dipentaskan di panggung hiburan setiap malam.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler