Jumeirah Burj Al Arab, salah satu bangunan paling ikonik di dunia, telah ditutup sementara untuk pertama kalinya sejak pertama kali dibuka pada Desember 1999. Keputusan ini menandai awal dari renovasi 18 bulan yang bertujuan untuk memastikan hotel ini tetap menjadi standar emas kemewahan global. Program restorasi ini telah dipersiapkan dengan matang oleh CEO Jumeirah, Thomas B. Meier, yang menekankan pentingnya melestarikan warisan dari properti mewah ini. Renovasi dipimpin oleh arsitektur interior terkenal asal Prancis, Trsiatan Auer, yang mengusung konsep “Haute Decoration” yang mirip dengan Haute Couture dalam dunia mode. Warna-warna berani yang menjadi identitas hotel akan tetap dipertahankan namun diperbarui dengan teknik pengerjaan yang lebih canggih.
Burj Al Arab dikenal karena penggunaan material bermutu tinggi seperti lembaran emas 24 karat, kristal Swarovski, dan marmer Statuario yang juga digunakan oleh Michelangelo. Restorasi ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan dan melestarikan material tersebut tetapi juga untuk memperbarui infrastruktur digital dan sistem mekanis di dalam bangunan untuk mengikuti perkembangan zaman. Meskipun tanggal pasti pembukaan kembali belum diumumkan secara resmi, perkiraan menyebutkan bahwa hotel ini baru akan buka kembali pada Oktober 2027. Selama periode renovasi, Jumeirah menawarkan bantuan bagi para tamu yang sudah memiliki rencana menginap untuk dialihkan ke properti lain di bawah naungan perusahaan tersebut. Saat ini, hotel ini sudah tidak tersedia di berbagai platform pemesanan pihak ketiga setidaknya hingga Juni 2027.

