Platform rapat daring Zoom telah menggandeng perusahaan verifikasi identitas World untuk memastikan keamanan rapat online. Langkah ini diambil untuk melindungi peserta rapat dari ancaman deepfake, yang semakin meningkat dalam komunikasi bisnis. Ancaman deepfake dapat mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan, seperti yang terjadi pada perusahaan teknik Arup yang kehilangan 25 juta dolar AS akibat transfer dana yang tidak sah setelah peserta rapat terbukti sebagai deepfake berbasis AI.
Kasus serupa juga terjadi pada perusahaan multinasional di Singapura, menyoroti betapa berbahayanya deepfake dalam transaksi bisnis. Kerugian akibat penipuan deepfake terus meningkat, diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta dolar AS pada kuartal pertama tahun 2025. Penipuan deepfake telah menjadi ancaman serius bagi perusahaan yang melakukan transaksi bernilai tinggi melalui video conference.
Upaya untuk mendeteksi deepfake dalam rapat semakin sulit karena teknologi AI semakin canggih. Oleh karena itu, Zoom menggunakan layanan verifikasi identitas manusia untuk memastikan bahwa peserta rapat benar-benar manusia dan bukan hasil manipulasi AI. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keamanan rapat online dan mencegah kasus deepfake yang merugikan perusahaan.

