Thursday, May 21, 2026
HomeTeknologiPendiri Galaxy: Harga Bitcoin Sulit Sentuh Rp 1,7 Miliar Lagi

Pendiri Galaxy: Harga Bitcoin Sulit Sentuh Rp 1,7 Miliar Lagi

Menurut Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Galaxy Digital Inc, Michael Novogratz, harga bitcoin (BTC) sulit kembali ke level lebih dari USD 100.000 atau sekitar Rp 1,73 miliar dengan situasi makroekonomi saat ini. Prediksi tersebut muncul mengingat kondisi geopolitik terkini yang memengaruhi kebijakan bank sentral.

Meski Sulit, Bitcoin Hanya Naik Sedikit

Michael Novogratz menyampaikan pandangannya bahwa untuk mencapai harga bitcoin di kisaran USD 100.000, dibutuhkan campur tangan bank sentral dalam kebijakan moneter. Namun, dengan situasi konflik di Iran dan inflasi yang meningkat, Federal Reserve (the Fed) kemungkinan besar akan enggan untuk campur tangan, hanya mengamati pergerakan pasar.

Data dari coinmarketcap.com menunjukkan bahwa harga bitcoin mengalami kenaikan sebesar 0,31% dalam 24 jam terakhir per Rabu, 29 April 2026. Namun, dalam satu minggu terakhir, harga tersebut telah turun sebesar 0,57%. Saat ini, harga bitcoin berada di kisaran USD 77.007 atau sekitar Rp 1,33 miliar. Meskipun demikian, nilai pasar bitcoin masih memberikan kontribusi sebesar 60% dari seluruh sektor cryptocurrency, meskipun sempat mencapai rekor tertinggi sebesar USD 126.000 pada awal Oktober sebelum mengalami penurunan signifikan.

Kerugian Perusahaan dan Komentar Novogratz

Perusahaan Galaxy Inc melaporkan kerugian kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan. Hal ini disebabkan oleh pergeseran fokus ke arah pusat data dalam struktur bisnis mereka, yang secara keseluruhan membawa peningkatan pendapatan dari biaya berulang dan transaksi. Meskipun pendapatan perusahaan lebih tinggi dari perkiraan awal, Galaxy Inc masih mencatat kerugian sebesar USD 216 juta atau sekitar Rp 3,74 triliun, atau sebesar 49 sen per saham, yang terutama dipengaruhi oleh depresiasi harga aset digital pada periode tersebut.

Di sisi lain, pendapatan perusahaan mengalami penurunan sebesar 22% menjadi USD 10 miliar, meskipun masih lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar USD 8,8 miliar. Hal ini berdasarkan survei analis yang dilakukan oleh Bloomberg.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler