Tuesday, June 9, 2026
HomeBeritaKeamanan Rumah Ibadah Diperketat di Kota Besar AS Setelah Penembakan Masjid San...

Keamanan Rumah Ibadah Diperketat di Kota Besar AS Setelah Penembakan Masjid San Diego

Penjaga Keamanan Ditingkatkan di Masjid-masjid Setelah Tragedi Penembakan San Diego

MENYUSUL insiden penembakan tragis yang menewaskan tiga orang di masjid terbesar di San Diego, kepolisian di sejumlah kota besar Amerika Serikat langsung mengambil langkah siaga. Kepolisian di New York City, Washington DC, Philadelphia, dan Los Angeles mengumumkan peningkatan kehadiran personel di sekitar masjid dan rumah ibadah lainnya.

Rekaman Suara Darurat Ungkap Kepanikan Awal

Ketegangan saat peristiwa terjadi tergambar jelas melalui rekaman audio pemindai (scanner) kepolisian. Rekaman tersebut menangkap momen ketika otoritas menerima laporan awal mengenai adanya penembak aktif di Islamic Center San Diego, serta kepanikan petugas yang bergegas memburu pelaku.

Saat petugas pertama tiba di lokasi kejadian, sebuah suara di saluran radio memberikan penilaian awal situasi lapangan. “Ada beberapa korban,” dan “penembak belum ditahan,” demikian bunyi laporan awal petugas dalam rekaman tersebut. Tak lama berselang, beberapa petugas terdengar saling melempar pertanyaan untuk memastikan status pelaku.

Beberapa detik kemudian, panggilan darurat medis diminta untuk menangani tiga korban. Sekitar 10 menit setelahnya, petugas kembali meminta bantuan medis tambahan. “Kami membutuhkan tiga ambulans di persimpangan Balboa dan Eckstrom Ave,” kata suara tersebut, merujuk pada lokasi masjid.

Ditemukan Catatan Rasis dan Pesan Kebencian

Berdasarkan informasi terbaru dari sejumlah pejabat penegak hukum, salah satu pelaku diketahui mengambil senjata api dari rumah orang tua mereka. Remaja tersebut juga meninggalkan sebuah surat bunuh diri yang berisi tulisan-tulisan mengenai kebanggaan ras (racial pride).

Selain surat tersebut, petugas juga menemukan ujaran kebencian (hate speech) yang dicoretkan pada salah satu senjata yang digunakan dalam aksi penembakan. Kendati demikian, pihak berwenang belum merinci isi maupun bahasa spesifik yang digunakan dalam tulisan tersebut karena penyelidikan masih terus berjalan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler