Platform Asisten Trading AI Bankr Alami Peretasan, Aktivitas Transfer Dihentikan Sementara
Platform asisten trading berbasis kecerdasan buatan (AI), Bankr, mengalami peretasan yang menyebabkan 14 dompet kripto pengguna terkena dampak. Bankr, yang memungkinkan pengguna melakukan aktivitas kripto melalui perintah bahasa alami, telah menghentikan sementara seluruh aktivitas transfer setelah insiden ini terjadi.
Investigasi Masih Berlangsung, Kerugian Pengguna Capai Miliaran Rupiah
Pasca peretasan tersebut, sejumlah pengguna dilaporkan mengalami kerugian signifikan, bahkan mencapai USD 150 ribu atau sekitar Rp 2,4 miliar per wallet yang diretas. Bankr sendiri sedang melakukan investigasi mendalam terkait insiden ini dan berjanji akan mengganti seluruh kerugian yang dialami pengguna.
Perusahaan juga menyatakan bahwa sistem mereka telah “dikunci” untuk mengamankan aset pengguna dan melakukan tinjauan menyeluruh terhadap pelanggaran keamanan yang terjadi. Saat ini, aktivitas seperti transfer, swap, dan deployment aset dihentikan demi kelancaran proses investigasi.
Implikasi Kebocoran Seed Phrase dan Langkah Pencegahan yang Diterapkan
Bankr juga memperingatkan kemungkinan adanya kebocoran seed phrase pada setidaknya satu kasus, menimbulkan dugaan bahwa sumber serangan berasal dari berbagai celah keamanan. Sejumlah temuan awal dari insiden ini mencakup akses tidak sah ke 14 wallet pengguna dan pelaporan kerugian besar di berbagai proyek kripto.
Perusahaan mendorong pengguna untuk tidak menandatangani transaksi apapun sampai ada pemberitahuan lebih lanjut terkait situasi ini. Bankr sendiri masih merahasiakan jadwal pasti penggantian dana kepada pengguna terdampak, namun komitmen untuk menyelesaikan masalah ini tetap teguh.

