Tulsi Gabbard Mundur dari Direktur Intelijen Nasional AS Demi Suami yang Didiagnosis Kanker
Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), Tulsi Gabbard, memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya di pemerintahan Donald Trump. Keputusan mendadak ini diambil setelah suaminya baru-baru ini didiagnosis mengidap kanker tulang.
Kekuatan dan Cinta Mendorong Keputusan Pengunduran Diri
Dalam surat pengunduran dirinya pada hari Jumat, Gabbard menuliskan, “Kekuatan dan cintanya telah menopang saya melalui setiap tantangan… Saya tidak dapat dengan hati nurani yang tenang meminta dia menghadapi perjuangan ini sendirian sementara saya terus berada di posisi yang menuntut dan menyita waktu ini.”
Presiden Donald Trump mengonfirmasi pengunduran diri Gabbard dan mengungkapkan apresiasinya. Trump menyatakan bahwa Gabbard “telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, dan kami akan merindukannya”.
Posisi Lowong Akan Diisi Sementara oleh Pelaksana Tugas
Pengunduran diri Gabbard akan berlaku pada 30 Juni mendatang. Aaron Lukas, sang wakil direktur utama, akan mengambil alih sebagai pelaksana tugas hingga pengganti resmi Gabbard ditemukan.
Sorotan Selama Menjabat
Selama masa jabatannya, Gabbard terkenal melakukan pemangkasan staf agensi hampir 50%. Namun, belakangan ini ia kurang tampil di publik, termasuk saat AS terlibat dalam aksi militer terhadap Iran.
Pendekatan anti-intervensionisme Gabbard menimbulkan perbincangan, terutama saat menghindari pertanyaan kongres dan konflik klaim intelijen terkait Iran. Trump sendiri pernah meragukan pernyataan Gabbard mengenai Iran.
Menteri Keempat yang Hengkang dari Pemerintahan Trump
Dengan mundurnya Gabbard, ia menjadi anggota kabinet keempat yang meninggalkan pemerintahan Trump periode ini. Sebelumnya, sudah ada Menteri Tenaga Kerja, Menteri Keamanan Dalam Negeri, dan Jaksa Agung yang mundur.
Trump memberikan dukungan atas keputusan Gabbard untuk fokus mendampingi suaminya yang sedang berjuang melawan kanker tulang. Ia yakin Gabbard akan pulih dan kembali lebih baik dari sebelumnya.

