Permintaan Bitcoin Turun, Sinyal Kewaspadaan Bagi Investor
Para investor kembali harus waspada dengan kondisi pasar Bitcoin yang sedang mengalami penurunan permintaan. Data terbaru menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset kripto terbesar di dunia tersebut turun ke level paling bearish sejak Desember 2025.
Berdasarkan laporan dari CoinmarketCap pada Senin (25/5/2026), analis CryptoQuant mencatat bahwa indikator apparent demand atau permintaan riil Bitcoin mendekati minus 147.000 BTC. Hal ini mengindikasikan bahwa minat beli di pasar masih belum cukup kuat untuk menyerap pasokan yang tersedia.
Bearish Market: Akumulasi atau Distribusi?
Indikator apparent demand sering digunakan dalam pasar kripto untuk mengetahui apakah Bitcoin sedang mengalami proses akumulasi atau justru distribusi oleh para pelaku pasar. Ketika angka tersebut menuju area negatif, hal tersebut biasanya menunjukkan adanya tekanan jual yang lebih besar daripada masuknya pembeli baru.
Penurunan permintaan terhadap Bitcoin terjadi setelah pasar aset digital ini mengalami tekanan selama beberapa bulan terakhir. Gelombang aksi jual dari investor jangka panjang pada akhir tahun 2025 menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi ini, ditambah dengan perubahan sentimen pasar yang lebih defensif.
Implikasi Bagi Pelaku Pasar
Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi para pelaku pasar, karena lemahnya permintaan dapat menghambat Bitcoin dalam membangun tren pemulihan yang kuat. Penting bagi investor untuk terus memantau perkembangan pasar secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Keputusan investasi merupakan tanggung jawab pembaca. Sebaiknya pelajari dan analisis secara mendalam sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual aset kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi yang diambil.

