Harga Aset Kripto Turun dalam 24 Jam Terakhir
Pergerakan harga aset kripto selama 24 jam terakhir menunjukkan adanya pelemahan di sebagian besar jajaran kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. Bitcoin (BTC) masih memimpin pasar meski mengalami koreksi lebih dari 1%, sementara Ethereum (ETH) juga terdampak tekanan jual.
Altcoin Menjadi Sorotan dengan Pergerakan Beragam
Di tengah sentimen pasar yang fluktuatif, beberapa altcoin menarik perhatian. Misalnya, Hyperliquid (HYPE), LEO, dan Monero (XMR) berhasil bergerak ke zona hijau, sementara Zcash (ZEC) mengalami penurunan terdalam di antara aset kripto lain dalam daftar 15 besar kapitalisasi pasar.
Menurut data dari Coinmarketcap.com per tanggal 28 Mei 2021, harga Bitcoin (BTC) turun 1,59% menjadi USD74.478,07 dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, BTC masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mencapai USD1,49 triliun.
Sementara itu, Ethereum (ETH) mengalami penurunan 2,01% ke posisi USD2.026,09. Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD244,12 miliar, ETH tetap menjadi kripto terbesar kedua setelah Bitcoin. Tekanan pada ETH masih dipengaruhi oleh ketidakpastian sentimen makroekonomi global.
Stablecoin Tetap Stabil
Di sisi lain, Tether (USDT) tetap stabil mendekati nilai USD1 dengan perubahan harian yang hampir tidak signifikan. Kapitalisasi pasar USDT mencapai USD189,31 miliar, menegaskan posisinya sebagai salah satu stablecoin terbesar di pasar kripto.
BNB dan XRP juga mengalami pelemahan, dengan BNB turun 1,08% ke level USD648,48 dan XRP turun 1,24% ke harga USD1,31. Meskipun demikian, keduanya masih memiliki kapitalisasi pasar yang signifikan, menunjukkan masih cukup diminatinya kedua aset tersebut di pasar kripto.

