Permintaan Bitcoin Turun ke Level Terendah, Anjlok sejak Desember 2025
Permintaan utama Bitcoin mengalami penurunan dramatis ke level terendahnya sejak Desember 2025, menggambarkan kondisi yang tidak menguntungkan bagi cryptocurrency yang populer ini.
Permintaan Bitcoin Melemah
Menurut laporan dari Yahoo Finance pada Kamis kemarin, metrik permintaan 30 hari CryptoQuant menunjukkan angka negatif sebesar 147.000 BTC, mencapai titik terendah sejak tahun lalu. Metrik tersebut mengkalkulasi perbandingan antara pasokan baru dari penambang dan koin lama yang kembali beredar dengan jumlah Bitcoin yang sebenarnya diserap oleh pasar.
Angka negatif pada indikator tersebut mengindikasikan bahwa lebih banyak Bitcoin yang masuk ke pasar dibanding yang diserap oleh pembeli, mencerminkan permintaan yang melemah secara signifikan.
Situasi Pasar
Meskipun Bitcoin telah mengalami kenaikan harga dari titik terendah sekitar US$ 60.000 pada bulan Februari menjadi US$ 77.000 dalam beberapa bulan terakhir, permintaan yang terus melemah mengindikasikan ketidakpastian di pasar cryptocurrency.
Metrik lain juga menunjukkan gejala yang sama, seperti Premium Coinbase yang tetap negatif sejak akhir April, menunjukkan bahwa pembeli di Amerika Serikat kurang agresif dalam merespons pasar.
Prospek Harga Bitcoin
Kondisi permintaan yang lemah ini menciptakan tekanan tambahan bagi Bitcoin, yang berada di kisaran harga US$ 77.000 selama hampir dua minggu terakhir. Analis menyatakan bahwa cryptocurrency ini akan mengalami resistensi kuat di atas level US$ 80.000 dan bisa mengalami penurunan hingga US$ 70.000 apabila permintaan terus melemah.
Sebelumnya, harga Bitcoin mencapai rekor tertingginya sedikit di atas US$ 126.000 pada Oktober tahun lalu, menggambarkan volatilitas yang signifikan dalam harga cryptocurrency ini.

