Tuesday, June 9, 2026
HomeBeritaRahasia Lokasi Kompas Alami Burung Merpati di Hati

Rahasia Lokasi Kompas Alami Burung Merpati di Hati

Sensor Navigasi Burung Merpati Terletak di Hati

Bagaimana burung merpati balap dapat menemukan jalan pulang dari jarak ratusan kilometer telah menjadi misteri selama bertahun-tahun. Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Science kini berhasil mengungkap fakta mengejutkan bahwa sistem navigasi internal burung merpati tersebut sebenarnya terletak di dalam hati.

Penemuan Mencengangkan tentang Sensor Magnetik di Hati Burung

Melalui penelitian ini, para ilmuwan menemukan bahwa burung merpati menggunakan sel imun khusus di hati mereka, yang disebut makrofag, sebagai sensor navigasi. Sel-sel ini mengumpulkan zat besi dari sel darah merah yang sudah tua, menciptakan sifat magnetik yang memungkinkan mereka merespons medan magnetik planet Bumi. Ini berarti burung merpati memiliki sensor kompas alami yang memandu mereka dalam penerbangan jarak jauh.

“Hasil penelitian kami mengungkap mekanisme persepsi magnetik pada hewan yang sebelumnya tidak diketahui,” ungkap Prof. Christian Kurts, salah satu peneliti utama dalam studi ini, sambil menjelaskan betapa mengejutkannya penemuan ini.

Uji Coba Kemampuan Navigasi dengan dan tanpa Sensor Magnetik

Untuk membuktikan temuan mereka, tim peneliti melakukan uji coba pada burung merpati yang telah dilatih untuk terbang kembali ke kandang mereka dari jarak yang jauh. Hasilnya menunjukkan bahwa burung merpati yang kehilangan sel makrofag di hati mereka mengalami kesulitan menavigasi saat cuaca mendung, tetapi berhasil kembali dengan menggunakan matahari sebagai panduan.

Penemuan ini juga mengungkap bagaimana sinyal magnetik dari hati burung merpati bergerak ke otak melalui serat saraf, membuka potensi keterkaitan antara sistem imun dan sistem saraf dalam proses navigasi ini.

Dengan temuan mengejutkan ini, para ilmuwan meyakini bahwa cara kita memahami navigasi hewan, termasuk manusia, dapat mengalami perubahan signifikan. Bahkan, kemungkinan adanya mekanisme serupa pada spesies lain, seperti hiu, yang juga dikenal memiliki kemampuan navigasi yang luar biasa tanpa bergantung pada cahaya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler