Michael Saylor: Koreksi Harga Bitcoin Dipicu Rotasi Modal ke Saham AI
Pendiri Strategy, Michael Saylor, melihat bahwa koreksi harga bitcoin (BTC) belakangan ini disebabkan oleh adanya rotasi modal ke saham perusahaan yang fokus pada infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Berdasarkan data dari coinmarketcap.com pada Jumat (3/6/2026), harga bitcoin (BTC) mengalami penurunan sebesar 0,72% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga bitcoin berada di angka USD 62.777 atau sekitar Rp 1,13 miliar (asumsi kurs 1 USD = Rp 18.060). Selama seminggu terakhir, harga bitcoin turun sebanyak 14,32%.
Investor Beralih ke Saham AI
Michael Saylor melalui platform media sosial menyampaikan bahwa investor saat ini lebih tertarik untuk berinvestasi di saham-saham AI daripada kripto. Dia mencatat bahwa investor institusi mulai menarik uang dari bitcoin dan beralih ke investasi di bidang infrastruktur AI. Hal ini terlihat dari total investasi sebesar US$ 400 miliar atau sekitar Rp 7.223 triliun yang masuk dalam enam bulan terakhir, yang kemudian memicu koreksi harga bitcoin.
Meskipun demikian, Michael Saylor tetap optimis terhadap masa depan bitcoin. Menurutnya, volatilitas harga bitcoin justru membuka peluang-peluang baru. Saat ini, Strategy masih menjadi pemegang bitcoin terbesar di dunia, dengan jumlah kepemilikan sebanyak 843.706 bitcoin senilai US$ 53 miliar atau sekitar Rp 957,15 triliun.
Penjualan Bitcoin Strategy
Belakangan, Strategy melakukan penjualan 32 Bitcoin dengan hasil penjualan sebesar US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 45,14 miliar. Hal ini merupakan penjualan bitcoin pertama perusahaan dalam empat tahun, yang kemudian menuai beragam tanggapan dari para investor. Analis mengkritik tindakan penjualan bitcoin Strategy tersebut, yang dianggap memperburuk sentimen pasar dan mempercepat gejolak jual beli kripto saat ini.

