Monday, July 20, 2026
HomeTravelJakarta Siap Menjadi Kota Global Berbasis Knowledge Economy

Jakarta Siap Menjadi Kota Global Berbasis Knowledge Economy

Jakarta Menuju Transformasi Menjadi Kota Global Berbasis Knowledge Economy

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah fokus mengarahkan pembangunan menuju status sebagai kota global berbasis knowledge economy. Saat ini, Jakarta berada di peringkat 71 dari 156 kota global dunia berdasarkan Global City Index (GCI). Dalam rencana strategis jangka menengah, Jakarta menargetkan posisi 50 besar kota global dalam 5 tahun ke depan.

Transformasi Jakarta: Menjadi Jangkar Utama Perekonomian Indonesia

Setelah keputusan Mahkamah Konstitusi dan berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta, kota ini tetap menjadi jangkar utama dalam perekonomian Indonesia, meskipun tidak lagi menjadi ibu kota negara. Transformasi Jakarta sebagai kota global tidak hanya menjadi slogan belaka, tetapi diwujudkan melalui target pembangunan terukur dan berstandar internasional.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menegaskan pentingnya implementasi strategi yang matang untuk mencapai tujuan tersebut. Jakarta tidak hanya ingin menjadi kota global secara klaim belaka, melainkan melalui tindakan nyata dan terukur.

Masa Depan Jakarta: Pusat Jasa dan Ekonomi Berbasis Pengetahuan

Menyongsong masa depan Jakarta sebagai pusat jasa dan ekonomi, peran knowledge economy (ekonomi berbasis pengetahuan) akan menjadi pilar utama. Konsep tersebut mencakup inovasi, talenta, dan teknologi sebagai fondasi utama. Jakarta memiliki strategi paralel dalam mengatasi masalah perkotaan klasik sambil melompat ke standar layanan kelas dunia.

Beberapa proyek strategis seperti pembangunan MRT Fase 2A (North-South), penguatan konektivitas logistik, dan penyediaan ruang publik inklusif menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan visi tersebut.

Jakarta Future Festival: Membangun Ekosistem Berbasis Pengetahuan

Dalam upaya membentuk participo-polis (kota partisipatif) dan menyongsong usia Jakarta yang ke-499, Bappeda DKI Jakarta menyelenggarakan Jakarta Future Festival (JFF). Festival ini bertujuan sebagai wadah komunikasi dua arah untuk menggali ide dan aspirasi dari masyarakat, terutama generasi muda.

Sejumlah acara seperti Urban Talks, Future Talks, dan Urban Policy Lab di JFF akan menjadi sarana untuk mengeksplorasi kebijakan yang mendukung arah pembangunan kota masa depan Jakarta. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dalam menyusun arsitektur pembelajaran kota yang lebih baik menjadi fokus utama dalam festival ini.

Selain wadah diskusi, Jakarta Future Festival juga menawarkan aktivasi komunitas kreatif, pasar seni, dan pertunjukan musik dari berbagai musisi nasional, menciptakan suasana yang inspiratif dan dinamis.

Buku Esensi Jakarta: Menggali Potensi Unik Kota

Sebagai langkah awal dalam mengelola pengetahuan kota, Pemprov DKI Jakarta bersinergi dengan Tempo dalam merilis 8 seri buku yang menggali potensi unik Jakarta secara lebih populer dan membumi. Buku-buku ini mencakup beragam aspek, mulai dari kuliner, ekonomi malam hari, literasi sejarah, mobilitas urban, hingga pariwisata terpadu di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Delapan judul buku tersebut menjadi langkah konkrit dalam merumuskan strategi pengelolaan potensi kota Jakarta ke arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler