XRP Mengalami Penurunan Aktivitas Transaksi yang Drastis
Data terbaru dari perusahaan analitik blockchain Glassnode menunjukkan bahwa aktivitas transaksi aset kripto XRP mengalami penurunan signifikan dalam satu tahun terakhir. Permintaan transaksi di jaringan XRP sempat merosot hingga 91,5% sejak Februari 2025.
Berdasarkan laporan Glassnode, simple moving average (SMA) 90 hari untuk total biaya transaksi di jaringan XRP turun drastis dari 5.900 XRP pada Februari 2025 menjadi hanya 500 XRP saat ini. Penurunan ini tidak hanya sekadar penyesuaian pasar biaya transaksi, namun juga mencerminkan melemahnya aktivitas organik pengguna di jaringan XRP Ledger (XRPL).
Penurunan Aktivitas Pengguna
Menurut Glassnode, penurunan tajam ini mencerminkan kontraksi hampir total pada permintaan transaksi organik di jaringan sejak mencapai puncaknya pada Februari 2025. Biaya minimum transaksi di XRP Ledger masih tetap stabil di level 0,00001 XRP selama periode tersebut, menunjukkan bahwa penurunan biaya transaksi bukan disebabkan oleh perubahan teknis dalam jaringan, melainkan karena jumlah transaksi yang mengalami penurunan drastis.
Harga XRP dan Proyeksi Pasar
Penurunan aktivitas jaringan XRP juga tercermin pada pergerakan harga aset tersebut. XRP diperdagangkan di kisaran US$ 1,097 atau mengalami penurunan sebesar 3,53% dalam 24 jam terakhir. Kejatuhan harga XRP juga mengakibatkan kehilangan level penting, seperti level psikologis US$ 1,13.
Para analis pasar kini mengamati zona pertahanan utama XRP di area US$ 1,10 hingga US$ 1,12. Jika level tersebut tidak berhasil dipertahankan, XRP berpotensi kembali menguji level US$ 1,00 dan bahkan turun ke kisaran US$ 0,80 hingga US$ 0,90.
Semua kondisi ini semakin meresahkan karena terjadi di tengah pelemahan fundamental jaringan yang tercermin dari aktivitas transaksi yang semakin menurun. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar dan investor XRP.

