Monday, July 20, 2026
HomeTeknologiSEC Sanksi Pelaku Penipuan NanoBit dengan Denda Rp 89,5 Miliar

SEC Sanksi Pelaku Penipuan NanoBit dengan Denda Rp 89,5 Miliar

SEC Menuntut Warga Texas atas Penipuan Investasi Kripto Senilai Rp 219,2 Miliar

Sebuah gugatan baru-baru ini dilayangkan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) terhadap seorang warga Texas bernama Nathan Fuller atas dugaan penipuan investasi kripto senilai US$ 12,3 juta atau sekitar Rp 219,2 miliar. Gugatan tersebut menyebutkan bahwa Fuller menawarkan skema perdagangan aset kripto berbasis kecerdasan buatan (AI) kepada investor, namun ternyata sebagian besar dana yang terkumpul digunakan untuk kepentingan pribadi.

Nathan Fuller Diduga Terlibat Skema Penipuan Investasi Kripto

Dari laporan yang dilansir Coinmarketcap pada Rabu, Fuller dituduh memanfaatkan skema Ponzi dalam menjalankan investasi kripto tersebut. SEC menegaskan bahwa Fuller berhasil mengumpulkan dana dari sekitar 150 investor selama rentang waktu Oktober 2022 hingga pertengahan 2024 melalui dua perusahaannya, yaitu Privvy Investments LLC dan Gateway Digital Investments.

Menurut SEC, Fuller mempromosikan bot perdagangan kripto berbasis AI yang seharusnya mampu memberikan keuntungan secara konsisten. Namun, dalam realitasnya, AI yang dijanjikan tersebut tidak pernah ada.

Dana Investor Digunakan secara Tidak Etis oleh Fuller

Dari total dana yang terkumpul, sejumlah US$ 6,2 juta diduga digunakan untuk kebutuhan pribadi Fuller. Sementara US$ 5,5 juta lainnya digunakan untuk membayar investor lama dengan menggunakan dana dari investor baru, menciptakan ilusi investasi yang menguntungkan. Hanya sekitar 3% dari total dana investor yang digunakan untuk membeli aset kripto, sedangkan perdagangan lain dilakukan tanpa bantuan bot AI dan tidak menghasilkan laba.

Gugatan SEC terhadap Nathan Fuller telah diajukan pada 28 Mei 2026 di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan Texas. Hal ini menjadi sorotan baru terkait kasus penipuan investasi kripto yang semakin marak belakangan ini.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler