Sony Music Ajukan Gugatan Hukum Terhadap Udio
Sony Music Entertainment kembali mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan generator musik berbasis kecerdasan buatan (AI), Udio. Gugatan terbaru tersebut menuduh Udio secara ilegal menyalin lebih dari 30 ribu lagu dari artis ternama seperti Beyonce, Harry Styles, dan Elvis Presley untuk melatih model AI mereka.
Gugatan Baru Sony Music
Langkah Sony mengajukan gugatan tersebut dilakukan setelah menemukan bukti kuat bahwa ribuan lagu di bawah naungan Sony tersimpan dalam kumpulan data pelatihan Udio. Gugatan baru ini diajukan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat pada Senin.
Sebelumnya, Sony bersama Universal Music Group dan Warner Music Group telah menggugat Udio dan pesaingnya, Suno, pada Juni 2024. Namun, bulan lalu, Hakim Pengadilan Distrik AS Alvin Hellerstein menolak permintaan Sony untuk mencakup dugaan pelatihan AI ilegal dalam gugatan awal. Oleh karena itu, Sony mengambil langkah baru untuk melindungi karya-karyanya.
Hak Cipta dan Penggunaan Karya Seni
Dalam dokumen gugatan, Sony menegaskan bahwa hukum hak cipta mengharuskan perusahaan AI mendapatkan izin terlebih dahulu sebelum menggunakan rekaman suara berhak cipta untuk pengembangan produk komersial. Sony khawatir jika aturan hak cipta tidak ditegakkan, layanan AI dapat merusak nilai karya seni.
Perwakilan Udio sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan terbaru ini. Pada bulan April, Udio mengakui bahwa model AI mereka dilatih menggunakan lagu-lagu berhak cipta dari YouTube. Meskipun demikian, Udio membela penggunaan tersebut dengan menyatakan bahwa proses pelatihan mereka termasuk dalam kategori penggunaan wajar.
Perdebatan antara Sony Music dan Udio mencerminkan konflik yang lebih luas dalam industri media dan hiburan mengenai penggunaan karya berhak cipta untuk melatih AI. Berbagai sektor industri saat ini sedang berupaya menemukan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi AI dan perlindungan hak cipta.
Sumber: Republika.co.id

