Anggota DPRD Jabar Kritik Dedi Mulyadi terkait Sayembara Penangkapan Begal
Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menjatuhkan kritik pedas kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait sayembara penangkapan begal. Menurut Rafael, hal tersebut di luar substansi tugas seorang kepala daerah dalam mengelola anggaran negara.
Rafael menjelaskan bahwa fungsi utama seorang kepala daerah seharusnya adalah memanfaatkan dana negara untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Menurutnya, tindakan membuat sayembara penangkapan begal bukanlah hal yang relevan dengan tugas pokok seorang gubernur.
Kritik terhadap Kinerja Gubernur Jawa Barat
Saat menghadiri acara bedah buku di Bandung, Rafael juga mengkritisi kinerja Gubernur Jawa Barat secara keseluruhan. Menurutnya, meskipun terlihat baik di media sosial, berbagai permasalahan nyata di provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak masih terabaikan.
Rafael menegaskan bahwa menjadi seorang kepala daerah bukan hanya soal kepiawaian dalam konten media sosial, tetapi juga harus mampu menyelesaikan persoalan riil yang dihadapi oleh masyarakat.
Faktor yang Mempengaruhi Penilaian Masyarakat terhadap Gubernur
Menurut Rafael, ada dua faktor utama yang menyebabkan banyak masyarakat memuji kinerja Dedi Mulyadi. Pertama, rendahnya tingkat literasi dan pendidikan masyarakat di Jawa Barat menyebabkan pemahaman yang dangkal terhadap kinerja pemerintah daerah.
Di samping itu, peran media sosial juga turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kinerja seorang gubernur. Dalam era post-truth, di mana kebenaran diubah-ubah melalui pengulangan informasi, media sosial menjadi pembentuk opini yang kuat.
Sumber: Mediaindonesia.com

