Saturday, August 8, 2026
HomeTeknologiMengulas Kasus Ebemartono: Usher GIIAS dan Eksploitasi Digital

Mengulas Kasus Ebemartono: Usher GIIAS dan Eksploitasi Digital

Kontroversi Rekaman Diam-Diam di Pameran Otomotif GIIAS

Kreator konten @ebemartono kembali menuai kontroversi setelah diduga merekam secara diam-diam seorang usher di stan mobil pameran otomotif GIIAS menggunakan smart glasses. Kelakuan kontroversial ini kemudian memunculkan kecaman dari berbagai pihak.

Kronologi Kejadian

Usher yang menjadi korban, @leonnyluhendo, mengungkapkan bahwa ia enggan video tanpa seizinnya. Mereka tampak berinteraksi dengan rasa asyik, namun sang usher tidak menyadari bahwa mereka sedang direkam secara diam-diam. Konten tersebut, yang seharusnya bercerita tentang mobil, justru diubah narasinya menjadi “cara deketin cewe di pameran.” Hal ini membuat @leonnyluhendo merasa tidak nyaman karena dijadikan objek video tanpa persetujuan.

Penolakan Dan Permintaan Maaf

Permintaan untuk menghapus video tersebut ditolak oleh @ebemartono dengan alasan kegiatan tersebut dilakukan di ruang publik. Baru setelah video tersebut menjadi viral dan mendapat banyak kritik, konten tersebut di-take down. @ebemartono kemudian merilis video klarifikasi serta meminta maaf atas perbuatannya.

Batas Antara Konten Publik dan Pelanggaran Privasi

Akibat insiden ini, masyarakat kembali mendiskusikan batasan antara membuat konten di ruang publik dan pelanggaran privasi. Pakar digital dan media sosial, Enda Nasution, menegaskan bahwa merekam di ruang publik tetap harus dilakukan dengan menghormati privasi orang lain. Jika seseorang sengaja dijadikan objek rekaman, tanpa izin, maka hal tersebut sudah melanggar etika dan privasi individu tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler