Friday, September 11, 2026
HomeTeknologiHacker Korea Utara Gunakan AI untuk Curang Kripto Rp 11 Triliun

Hacker Korea Utara Gunakan AI untuk Curang Kripto Rp 11 Triliun

Aktor Korea Utara Curi Aset Digital Miliaran Dollar dengan Menggunakan AI

Pernah terbayangkan oleh Anda bahwa Korea Utara menjadi salah satu negara yang andal dalam mencuri aset digital? Menurut perusahaan keamanan blockchain CertiK, diperkirakan bahwa Korea Utara telah berhasil mencuri sekitar US$ 2,06 miliar aset digital pada tahun 2025 saja, yang setara dengan sekitar Rp 33,5 triliun. Bahkan, mereka berhasil mencuri 60% dari seluruh pencurian kripto yang diketahui pada tahun tersebut.

Serangan Terbesar dan Pendanaan untuk Korea Utara

Salah satu insiden terbesar yang mencuri perhatian adalah serangan terhadap Bybit pada tahun 2025 yang menyebabkan kerugian sekitar US$ 1,5 miliar, menjadikannya pencurian kripto terbesar dalam sejarah. CertiK menilai bahwa pencurian kripto telah menjadi sumber pendanaan utama bagi Korea Utara. Dalam rentang waktu 10 tahun, sejak 2016 hingga 2026, Korea Utara dilaporkan meraup sekitar US$ 6,75 miliar atau sekitar Rp 109,7 triliun melalui 263 aksi peretasan.

Tantangan dan Ancaman yang Terus Berkembang

CertiK juga mengungkap bahwa rekayasa sosial masih menjadi inti dari sebagian besar operasi pencurian tersebut. Para pelaku sering kali berhasil memanipulasi korban untuk membuka akses awal bagi mereka. Perusahaan tersebut juga memperingatkan bahwa penggunaan AI untuk rekayasa sosial, penargetan terhadap profesional TI, dan teknik pencucian uang berbasis kripto diperkirakan akan terus berkembang sepanjang 2026.

Untuk mengurangi risiko, CertiK merekomendasikan beberapa langkah, antara lain wawancara video dengan verifikasi identitas langsung, penerapan kebijakan zero-trust bagi pekerja jarak jauh, periode pendinginan sebelum penarikan dana, serta pengamanan infrastruktur kritis.

TRM Labs juga mencatat bahwa sejak Januari 2026, telah terjadi pencurian lebih dari US$ 900 juta aset digital di seluruh dunia. Meski jumlah insiden meningkat, total nilai yang dicuri sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler