Saturday, September 5, 2026
HomePolitikMisteri Sayuti Melik: Penulis Proklamasi yang Tak Dikenal

Misteri Sayuti Melik: Penulis Proklamasi yang Tak Dikenal

Sayuti Melik: Sosok Di Balik Pengetik Teks Proklamasi

Sayuti Melik dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dilahirkan di Sleman, Yogyakarta, pada 22 November 1908, ia terlibat dalam banyak aktivitas politik dan jurnalistik sejak usia muda.

Aktivitas Jurnalistik untuk Kebangsaan

Sayuti Melik terkenal sebagai seorang aktivis nasionalis dan jurnalis yang gigih dalam menyuarakan gagasan-gagasan tentang kebangsaan dan perjuangan kemerdekaan. Bersama istrinya, S.K. Trimurti, ia pernah menerbitkan surat kabar Pesat di Semarang.

Ayah Sayuti, Abdul Muin atau Partoprawito, juga memberikan pengaruh nasionalisme yang kuat padanya. Ayahnya adalah seorang lurah di Sleman yang tidak takut untuk mengkritik kebijakan pemerintah kolonial Belanda.

Peran dalam Proklamasi Kemerdekaan

Pada malam 16 Agustus hingga dini hari 17 Agustus 1945, Sayuti Melik terlibat dalam perumusan naskah Proklamasi. Setelah konsep disepakati, Sayuti diminta mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik. Beberapa perubahan kecil dilakukan, seperti mengubah kata “tempoh” menjadi “tempo” dan menambahkan kalimat penutup “Atas nama bangsa Indonesia”.

Meskipun menjadi pengetik teks Proklamasi, Sayuti bukanlah salah satu perumus utama konsep naskah. Peran utama dalam merumuskan naskah Proklamasi tetap pada Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo.

Terlibat dalam Perjuangan Kemerdekaan

Sayuti Melik tidak hanya terlibat pada saat Proklamasi, tetapi juga aktif dalam mendorong Proklamasi kemerdekaan Indonesia setelah Jepang menyerah kepada Sekutu. Ia ikut dalam peristiwa Rengasdengklok yang bertujuan mempercepat deklarasi kemerdekaan.

Pasca kemerdekaan, Sayuti Melik tetap aktif dalam dunia politik, baik sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat maupun anggota DPR/MPR pada masa Orde Baru. Namanya tetap dikenang sebagai sosok yang berperan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Sayuti Melik meninggal dunia di Jakarta pada 27 Februari 1989, namun jasanya dalam perjuangan kemerdekaan tetap dikenang hingga saat ini.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler