Riot Platforms Jual 4.300 Bitcoin untuk Biayai Operasional Perusahaan
Perusahaan penambang kripto, Riot Platforms, baru-baru ini melaporkan penjualan 4.300 bitcoin (BTC) selama kuartal kedua tahun 2026. Tindakan ini dilakukan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan yang tengah berjalan.
Rincian Penjualan dan Penggunaan Dana
Berdasarkan informasi dari Yahoo Finance, dana yang diperoleh dari penjualan bitcoin ini juga akan digunakan untuk mendukung bisnis pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terus berkembang di bawah naungan Riot Platforms.
Sejauh ini, Riot Platforms masih memegang 11.380 BTC senilai US$ 717,65 juta atau sekitar Rp 12,80 triliun berdasarkan harga pasar mata uang kripto saat ini. Manajemen perusahaan juga mengonfirmasi bahwa mereka memiliki aset likuid lebih dari US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 21,40 triliun, termasuk kas sebesar US$ 548,9 juta atau Rp 9,79 triliun.
Kinerja Penambangan dan Keuangan
Riot Platforms mencatat penambangan sebanyak 1.587 Bitcoin selama kuartal kedua, mengalami peningkatan dari periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, pendapatan dari penambangan Bitcoin mengalami penurunan 19% secara tahunan menjadi US$ 113,7 juta atau sekitar Rp 2,02 triliun pada kuartal tersebut.
Biaya perusahaan untuk menambang satu Bitcoin mencapai US$ 90.631 atau sekitar Rp 1,6 miliar, melebihi nilai produksi sebesar US$ 71.667 atau Rp 1,2 miliar untuk setiap koin yang ditambang dalam periode yang sama.
Riot Platforms menjelaskan bahwa biaya penambangan Bitcoin meningkat dikarenakan tingginya biaya energi serta perluasan fasilitas penambangan di Kentucky yang masih berlangsung. Saham perusahaan, RIOT, saat ini diperdagangkan dengan harga sekitar US$ 19,58 per lembar saham setelah mengalami kenaikan 69% dalam 12 bulan terakhir.

