Karhutla Mengancam Sulawesi Selatan
Kondisi kemarau ekstrem di Sulawesi Selatan telah memicu ancaman karhutla yang semakin meluas. Sejumlah wilayah di daerah tersebut terancam oleh puluhan titik api yang muncul dalam sebulan terakhir. Akibatnya, puluhan rumah dan ratusan hektare lahan telah terbakar.
Peringatan BPBD Sulsel
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel pun memberikan peringatan kepada masyarakat terkait bahaya karhutla. Mereka menyebut bahwa satu puntung rokok atau sampah yang dibakar sembarangan bisa menjadi pemicu bencana besar.
Stasiun Meteorologi BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait kenaikan suhu ekstrem akibat kondisi kemarau. Dampaknya mulai terasa dengan lahan-lahan kering yang rentan terbakar hanya dengan percikan kecil. Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menggambarkan kondisi saat ini sebagai “bom waktu ekologis”.
Kelalaian Manusia Menjadi Pemicu Utama
Meskipun kondisi alam sudah ekstrem, sebagian besar kebakaran hutan dan lahan dipicu oleh kelalaian manusia. BPBD mencatat beberapa kejadian yang menunjukkan pola serupa, seperti pembukaan lahan ilegal, kebakaran rumah akibat alang-alang dan sampah, serta sengaja membakar lahan pertanian.
Amson menekankan bahwa puntung rokok yang masih berisi bara saat ini menjadi ancaman serius. Ia meminta kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi masalah karhutla ini, karena tanpa partisipasi aktif mereka, upaya penanganan dari pihak terkait akan sia-sia.
BPBD Sulsel terus berkoordinasi dengan instansi terkait, namun tantangan teknis di lapangan tetap menjadi hal yang harus diatasi. Masyarakat diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah karhutla di Sulawesi Selatan. (LN/E-4)

